PS5 Pro vs PC Gaming: Mana yang Lebih Hemat untuk Gamer?

Jumali
Jumali Senin, 26 Oktober 2026 14:27 WIB
PS5 Pro vs PC Gaming: Mana yang Lebih Hemat untuk Gamer?

Foto ilustrasi bermain game. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Gamer perlu menyiapkan dana sekitar Rp25 juta jika ingin merakit PC dengan spesifikasi yang ditujukan untuk menyaingi performa konsol PlayStation 5 Pro (PS5 Pro). Anggaran tersebut mencakup kartu grafis, prosesor, RAM, penyimpanan, hingga komponen pendukung agar komputer dapat beroperasi dengan baik.

Estimasi yang dikutip dari SlashGear pada Minggu (25/10/2026) itu mencapai US$1.530 atau sekitar Rp25,2 juta dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS. Biaya tersebut menunjukkan bahwa merakit PC gaming berperforma tinggi tidak selalu lebih murah daripada membeli konsol.

Meski demikian, kesetaraan performa PC dan PS5 Pro tidak bisa ditentukan hanya dari spesifikasi atau harga komponennya. Optimasi game, resolusi, pengaturan grafis, serta teknologi peningkatan kualitas gambar juga memengaruhi hasil permainan.

1. Kartu Grafis Jadi Komponen Termahal

Kartu grafis atau graphics processing unit (GPU) menjadi salah satu komponen paling menentukan ketika merakit PC untuk menyaingi PS5 Pro. Dalam perhitungan SlashGear, NVIDIA GeForce RTX 5060 Ti menjadi pilihan yang dinilai mampu menyamai atau melampaui kemampuan grafis konsol tersebut dalam sejumlah skenario.

Harga GPU itu diperkirakan mencapai US$750. Sementara itu, prosesor AMD Ryzen 7 3700X dipatok sekitar US$148 dan RAM DDR4 berkapasitas 16 GB sekitar US$118.

Jika ketiganya dijumlahkan, kebutuhan anggaran sudah mencapai sekitar US$1.016 atau Rp16,8 juta. Artinya, sebagian besar dana rakitan terserap untuk tiga komponen utama tersebut, bahkan sebelum motherboard dan perangkat pendukung lainnya dibeli.

Namun, kemampuan sebuah PC menjalankan game tidak hanya ditentukan oleh GPU. Prosesor, kapasitas memori, pengaturan grafis, dan optimalisasi perangkat lunak turut memengaruhi kelancaran permainan.

2. Komponen Pendukung Membuat Biaya Membengkak

Setelah membeli prosesor, kartu grafis, dan RAM, gamer masih perlu menyiapkan komponen lain agar PC bisa digunakan. Motherboard, catu daya, SSD, dan casing menjadi bagian dari anggaran yang tidak bisa diabaikan.

Dalam estimasi SlashGear, motherboard dengan soket AM4 membutuhkan biaya sekitar US$100. Catu daya 750 watt diperkirakan seharga US$90, sedangkan SSD berkapasitas 2 TB mencapai US$220.

Adapun casing beserta tiga kipas tambahan diperkirakan menghabiskan US$100. Jika seluruh komponen tersebut digabungkan dengan tiga komponen utama sebelumnya, total biaya rakitan mencapai sekitar US$1.530 atau Rp25,2 juta.

Perhitungan itu menggunakan perkiraan harga pasar Amerika Serikat, bukan daftar harga rakitan resmi di Indonesia. Harga yang harus dibayar konsumen di Tanah Air bisa berbeda karena pajak, distribusi, ketersediaan produk, dan pergerakan kurs.

Selain itu, anggaran tersebut belum tentu mencakup seluruh kebutuhan pengguna. Monitor, keyboard, mouse, sistem operasi, dan periferal lain dapat menambah pengeluaran jika belum tersedia.

3. Pilihan Kartu Grafis AMD Bisa Lebih Hemat

Gamer yang ingin menekan anggaran dapat mempertimbangkan kartu grafis AMD Radeon RX 9060 XT. Menurut perbandingan SlashGear, GPU ini berpotensi menjadi alternatif dengan harga sekitar US$200 lebih rendah daripada RTX 5060 Ti.

Dengan memilih konfigurasi berbasis AMD dan menyesuaikan komponen lainnya, biaya rakitan diperkirakan bisa turun menjadi sekitar US$1.300 atau Rp21,5 juta. Meski lebih murah, performanya tetap bergantung pada kombinasi komponen serta game yang dimainkan.

Sebelum menentukan pilihan, gamer sebaiknya membandingkan kapasitas VRAM, dukungan teknologi grafis, konsumsi daya, dan kemampuan kartu grafis pada resolusi yang diinginkan. Harga yang lebih rendah tidak otomatis berarti performanya sama di semua game.

4. PC Setara PS5 Standar Bisa Lebih Murah

Jika targetnya adalah PlayStation 5 standar, bukan PS5 Pro, anggaran rakitan dapat ditekan lebih jauh. SlashGear memberikan contoh konfigurasi PC menggunakan Radeon RX 6600 XT dan SSD 1 TB dengan perkiraan biaya sekitar US$1.050 atau Rp17,3 juta.

Konfigurasi tersebut dinilai cukup untuk menjalankan banyak game modern pada pengaturan grafis tinggi. Namun, kemampuan ray tracing Radeon RX 6600 XT memiliki keterbatasan sehingga hasil visual dan performanya pada game tertentu tidak selalu sesuai dengan harapan.

Perlu diingat, perbandingan ini merupakan estimasi berdasarkan pilihan komponen tertentu, bukan jaminan bahwa setiap rakitan dengan harga serupa akan memberikan pengalaman bermain yang identik dengan PS5 standar.

5. Lebih Baik Membeli PS5 Pro atau Merakit PC?

PS5 Pro menawarkan kemudahan bagi pemain yang ingin langsung bermain tanpa harus memilih dan memasang komponen satu per satu. Pengguna cukup menyiapkan konsol, memasang game, lalu bermain dengan konfigurasi perangkat keras yang dirancang untuk platform tersebut.

PC gaming menawarkan fleksibilitas yang lebih luas. Selain bermain game, komputer dapat digunakan untuk penyuntingan video, streaming, pekerjaan, dan berbagai kebutuhan produktivitas lainnya. Pengguna juga memiliki keleluasaan untuk meningkatkan komponen ketika membutuhkan performa yang lebih tinggi.

Namun, fleksibilitas tersebut datang bersama konsekuensi biaya dan kebutuhan teknis. Pemilik PC perlu memastikan komponen kompatibel, memperhatikan pendinginan, serta mengatur perangkat lunak agar sistem berjalan optimal.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan pengguna. PS5 Pro lebih praktis bagi gamer yang mengutamakan kemudahan bermain, sedangkan PC lebih menarik bagi mereka yang membutuhkan perangkat serbaguna dan peluang peningkatan komponen pada masa mendatang.

Sebelum membeli, bandingkan harga komponen di Indonesia dan hitung seluruh kebutuhan perangkat, termasuk monitor serta periferal. Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada kemampuan grafis, tetapi juga pada total biaya dan manfaat yang diperoleh dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online