Mercedes-Benz Siapkan Baby G-Class, Meluncur Kurang dari 2 Tahun

Jumali
Jumali Rabu, 28 Oktober 2026 17:37 WIB
Mercedes-Benz Siapkan Baby G-Class, Meluncur Kurang dari 2 Tahun

Baby G-Class/ Mercedes-Benz

Harianjogja.com, JOGJA—Mercedes-Benz memastikan pengembangan SUV off-road kompak yang dikenal sebagai Baby G-Class atau Little G terus berjalan. Mobil yang dirancang sebagai versi lebih kecil dari G-Class legendaris itu ditargetkan memasuki pasar dalam waktu kurang dari 24 bulan.

Kepastian tersebut disampaikan CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, dalam wawancara yang dikutip Carscoops pada Oktober 2026. Meski belum mengungkap tanggal peluncuran secara spesifik, pernyataan itu mengindikasikan Baby G-Class berpotensi hadir sebelum Oktober 2028.  

“Mobil ini akan datang, dan lebih cepat dari yang Anda kira,” ujar Källenius.

Mercedes-Benz pertama kali mengumumkan rencana pengembangan SUV ini pada 2023. Pada 2025, pabrikan asal Jerman tersebut memperlihatkan teaser resmi dengan sebutan “g-Class”. Namun, nama final untuk model produksi belum diumumkan. 

Sasis Khusus untuk Mendukung Kemampuan Off-Road

Baby G-Class tidak hanya dirancang dengan tampilan yang menyerupai G-Class dalam ukuran lebih ringkas. Mercedes-Benz juga menyiapkan konstruksi khusus untuk mendukung karakter kendaraan yang mampu menghadapi medan berat.

Menurut laporan Carscoops, SUV ini diperkirakan menggunakan sasis ladder-frame atau rangka tangga khusus, bukan platform Modular Architecture (MMA) yang digunakan pada sejumlah model kompak Mercedes-Benz lainnya. Namun, detail teknis finalnya masih menunggu pengumuman resmi pabrikan. 

Dari segi desain, Baby G-Class diperkirakan mempertahankan ciri khas keluarga G-Class. Beberapa elemen yang diprediksi hadir meliputi bodi mengotak, permukaan bodi tegak, lampu depan bulat, serta lampu belakang yang ditempatkan lebih rendah.

Karakter tersebut diharapkan membuat Baby G-Class tetap mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga G-Class meski dimensinya lebih kecil.

Baby G-Class Disiapkan dalam Versi Listrik dan Hybrid

Strategi sistem penggerak Baby G-Class turut mengalami perubahan. Jika semula direncanakan hadir secara eksklusif sebagai mobil listrik berbasis baterai, Mercedes-Benz kini mempertimbangkan pilihan mesin hybrid. Dengan demikian, calon konsumen diperkirakan memiliki alternatif selain kendaraan listrik murni.  

Untuk versi listrik, sejumlah laporan otomotif memperkirakan mobil ini akan menggunakan dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD). Baterainya disebut berkapasitas 85 kWh dengan teknologi nikel mangan kobalt (NMC).

Sementara itu, varian hybrid berpotensi menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc dengan sistem elektrifikasi seperti yang digunakan pada Mercedes-Benz CLA terbaru. Meski demikian, kapasitas baterai, tenaga, jarak tempuh, dan rincian performa kedua varian tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Mercedes-Benz.  

Berpotensi Bersaing dengan SUV Off-Road Kompak Premium

Kehadiran Baby G-Class berpotensi memperluas jangkauan keluarga G-Class ke segmen SUV off-road premium berukuran lebih kecil. Model ini juga diperkirakan bersaing dengan calon SUV kompak Land Rover yang kerap disebut sebagai Defender Sport.  

Meski jadwal peluncurannya mulai mendapat gambaran, Mercedes-Benz belum mengumumkan nama produksi final, harga, spesifikasi lengkap, maupun negara yang akan menjadi pasar pertama.

Bagi penggemar SUV premium, Baby G-Class menjadi salah satu model yang patut ditunggu. Jika spesifikasi yang diperkirakan tersebut terwujud, mobil ini berpotensi menawarkan perpaduan desain khas G-Class, kemampuan menjelajah medan berat, dan pilihan teknologi elektrifikasi dalam ukuran yang lebih ringkas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online