dr Tompi Tawarkan Pengobatan Gratis untuk Mahasiswa yang Terluka Saat Demo
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.
Ilustrasi password - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Menggunakan satu kata sandi atau password untuk berbagai akun digital memang terasa praktis. Pengguna tidak perlu mengingat banyak kombinasi, tetapi kebiasaan ini justru dapat memperbesar risiko pembobolan data hingga pencurian aset digital.
Risikonya muncul ketika satu akun berhasil dibobol. Kredensial yang sama dapat dicoba pelaku untuk mengakses akun lain, termasuk layanan yang menyimpan informasi pribadi dan keuangan.
Berikut tiga risiko yang perlu diperhatikan pengguna jika menggunakan satu kata sandi untuk semua akun.
1. Kebocoran Satu Akun Bisa Merembet ke Akun Lain
Menggunakan satu kata sandi untuk seluruh akun digital ibarat memakai satu kunci untuk membuka semua pintu di rumah. Ketika kunci tersebut jatuh ke tangan orang lain, seluruh ruangan berpotensi diakses.
Situasi serupa bisa terjadi di dunia digital. Jika akun media sosial mengalami kebocoran, misalnya, peretas dapat mencoba menggunakan kombinasi nama pengguna dan kata sandi yang sama untuk masuk ke layanan lain.
Akun email dan layanan perbankan menjadi sasaran yang perlu diwaspadai karena dapat menyimpan informasi penting serta terhubung dengan berbagai layanan digital.
2. Data Pribadi hingga Aset Keuangan Terancam
Pembobolan akun tidak hanya berisiko membuat pengguna kehilangan akses. Peretas juga berpotensi mengambil informasi pribadi, seperti nomor telepon, alamat, hingga foto yang bersifat sensitif.
Risiko bisa semakin besar apabila akun yang dikuasai terhubung dengan layanan keuangan. Pelaku dapat berupaya menyalahgunakan akses ke dompet digital atau informasi kartu kredit untuk melakukan tindakan yang merugikan korban.
Karena itu, membedakan kata sandi setiap akun menjadi salah satu langkah penting untuk membatasi dampak ketika terjadi kebocoran kredensial.
3. Email Utama Bisa Menjadi Pintu Masuk Peretas
Email utama memiliki peran penting dalam keamanan akun digital. Layanan ini kerap digunakan untuk menerima tautan pemulihan atau kode ketika pengguna ingin mengganti kata sandi akun lain.
Jika peretas berhasil menguasai email, mereka berpotensi memanfaatkan fitur "lupa password" untuk mengambil alih akun lain yang terhubung dengan alamat tersebut.
Kondisi ini semakin berisiko apabila pengguna juga memakai kata sandi yang sama untuk email dan layanan lainnya. Akibatnya, pembobolan satu akun dapat mempermudah pelaku menjangkau akun digital yang lebih luas.
Cara Mengamankan Akun Tanpa Harus Menghafal Banyak Password
Pengguna tidak harus menghafal seluruh kata sandi yang berbeda untuk menjaga keamanan akun. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar pengelolaan password tetap praktis sekaligus lebih aman.
Gunakan kata sandi panjang dan unik. Buat kombinasi yang berbeda untuk setiap akun. Kalimat panjang yang mudah diingat dapat menjadi salah satu pilihan, selama tidak mudah ditebak dan tidak menggunakan informasi pribadi yang diketahui orang lain.
Manfaatkan password manager. Aplikasi pengelola kata sandi dapat membantu menyimpan berbagai kredensial secara terenkripsi. Pengguna cukup mengingat satu kata sandi utama untuk mengakses pengelola tersebut.
Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA). Tambahkan lapisan keamanan selain kata sandi, misalnya melalui aplikasi autentikator seperti Google Authenticator. Kode SMS juga dapat digunakan jika tersedia, meskipun metode autentikator atau kunci keamanan lebih disarankan apabila didukung layanan.
Penggunaan kata sandi yang berbeda, pengelola password, dan verifikasi dua langkah dapat membantu mengurangi risiko pengambilalihan akun.
Di tengah aktivitas digital yang semakin luas, kebiasaan menjaga keamanan kata sandi penting dilakukan. Jangan sampai kemudahan mengingat satu password justru membuat email, media sosial, dan akun keuangan berada dalam risiko yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Volkswagen mencatat kerugian operasional €5,9 miliar pada kuartal III 2026. Pelemahan bisnis China dan penurunan nilai investasi Porsche menjadi pemicu.
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.
Alex Marquez dipastikan absen di MotoGP Qatar 2026 untuk menjalani operasi bahu kanan. Pembalap Gresini Ducati itu membidik comeback di Portugal.