KRL Jogja-Solo Minggu 1 November: Cek Jadwal Keberangkatan
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat konten manipulasi digital semakin sulit dibedakan dari rekaman asli. Salah satunya melalui teknologi deepfake yang dapat menghasilkan gambar dan video palsu dengan tampilan semakin realistis.
Jika sebelumnya konten buatan AI relatif mudah dikenali melalui kejanggalan visual, seperti jumlah jari yang berlebihan atau tekstur gambar yang tidak wajar, kini tanda-tanda tersebut semakin jarang ditemukan.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati saat menerima maupun membagikan informasi dari media sosial. Sebab, video atau rekaman suara yang terlihat dan terdengar meyakinkan belum tentu menggambarkan peristiwa sebenarnya.
Chief Technology Officer perusahaan keamanan siber NordVPN, Marijus Briedis, mengatakan mengandalkan cacat visual untuk mengenali konten AI sudah tidak lagi relevan seiring perkembangan teknologi. Hal tersebut sebagaimana diwartakan Mashable, Senin (2/11/2026).
Ancaman deepfake juga tidak sebatas penyebaran misinformasi. Kejahatan siber berbasis teknologi tersebut dilaporkan menyebabkan kerugian global lebih dari US$148 miliar atau sekitar Rp2,6 kuadriliun sepanjang 2025. Angka itu meningkat lebih dari 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mengurangi risiko tertipu konten manipulasi digital, pakar keamanan siber menyarankan sejumlah langkah verifikasi. Berikut empat cara yang dapat dilakukan.
Langkah pertama untuk mengenali deepfake adalah memeriksa sumber informasi, bukan hanya mencari kejanggalan pada gambar atau video.
Konten palsu kerap disebarkan dalam bentuk potongan klip pendek yang terlepas dari konteks aslinya. Karena itu, ketika menemukan video viral yang menampilkan pernyataan kontroversial seorang tokoh politik, cari pidato lengkap atau rekaman wawancara aslinya.
Briedis menyarankan masyarakat memeriksa usia akun yang mengunggah konten, mencari tahu apakah informasi serupa diberitakan sumber tepercaya, serta mewaspadai unggahan yang mendesak orang untuk segera bertindak tanpa alasan yang jelas.
Dengan membandingkan informasi dari sejumlah sumber, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui apakah konten tersebut sesuai dengan peristiwa sebenarnya.
Selain memeriksa sumber, masyarakat perlu menilai apakah peristiwa dalam sebuah konten masuk akal.
Misalnya, ketika sebuah video memperlihatkan figur publik melakukan atau mengatakan sesuatu yang kontroversial, jangan langsung mempercayainya. Pertimbangkan apakah peristiwa tersebut mungkin benar-benar terjadi di ruang publik dan apakah ada informasi pendukung dari sumber lain.
Sofia Rubinson, Senior Editor di lembaga pemantau misinformasi NewsGuard, menekankan pentingnya mencari sudut pandang serta informasi tambahan sebelum mempercayai sebuah narasi.
Sikap kritis diperlukan agar pengguna media sosial tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu unggahan.
Konten deepfake dapat dirancang untuk memancing reaksi emosional yang kuat. Salah satu bentuknya adalah ragebait, yakni konten yang sengaja dibuat untuk memicu kemarahan atau respons negatif dari audiens.
Karena itu, berhati-hatilah ketika menemukan video yang membuat Anda langsung merasa marah, geram, atau panik. Reaksi emosional yang muncul secara spontan dapat membuat seseorang terdorong membagikan konten tanpa memeriksa kebenarannya.
Menurut Sherman dan Rubinson, respons emosional yang terlalu kuat kerap menjadi salah satu indikator bahwa sebuah konten sengaja disebarkan untuk memprovokasi.
Sebelum bereaksi atau meneruskan unggahan, luangkan waktu untuk memeriksa konteks dan kebenaran informasi.
Jika masih meragukan keaslian sebuah gambar atau video, masyarakat dapat memanfaatkan perangkat pemeriksa konten digital maupun layanan pemantau misinformasi.
Beberapa nama yang disebut dalam naskah sumber antara lain NewsGuard, McAfee, dan AI or Not. Layanan tersebut dapat membantu pengguna melakukan pemeriksaan awal terhadap konten yang dicurigai sebagai hasil manipulasi AI.
Meski demikian, alat deteksi tidak selalu memberikan hasil yang sempurna. Hasil pemeriksaan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan keaslian konten.
Pengguna tetap perlu memeriksa sumber asli, membandingkan informasi dengan pemberitaan media tepercaya, dan memastikan konteks sebelum mengambil kesimpulan.
Hal terpenting, jangan langsung membagikan gambar atau video yang keasliannya masih diragukan. Kebiasaan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya dapat membantu mengurangi risiko penyebaran konten palsu di ruang digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Agnez Mo menanggapi komentar warganet yang menuding dirinya memakai implan dan tak lagi leluasa menari. Ia menyebut perubahan tubuhnya alami.
Marc Marquez menang di MotoGP Malaysia 2026 dan mengoleksi 399 poin. Ia unggul 44 poin dari Jorge Martin, tetapi belum mau jemawa soal gelar juara.
Ingin mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)? Simak syarat dokumen, tahapan pengajuan dari RT/RW hingga kelurahan atau desa.
Simak jadwal siaran langsung sepak bola 2-3 November 2026. Ada Juventus vs Napoli, Inter Miami, Al-Nassr, hingga laga Liga Champions Asia Elite.
Bau mulut saat bangun tidur bisa dipicu mulut kering, bakteri, hingga GERD. Kenali enam penyebab dan cara mengatasinya.