Sempat Dua Kali Unggul, Liverpool Takluk 2-3 di Markas Fenerbahce
Liverpool kalah 2-3 dari Fenerbahce di Liga Champions. Sempat dua kali unggul, The Reds akhirnya takluk setelah kebobolan tiga gol.
Logo Anthropic/Anthropic
Harianjogja.com, JOGJA—Pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI) Anthropic semakin pesat. Namun, lonjakan pendapatan perusahaan pengembang chatbot Claude itu belum sepenuhnya diikuti efisiensi biaya. Sebagian besar pendapatan justru terserap untuk membayar kebutuhan komputasi.
Dalam dokumen pembaruan pendaftaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 2 November 2026, Anthropic melaporkan pendapatan kuartal III 2026 mencapai sekitar US$17 miliar.
Jumlah tersebut meningkat dari US$11,5 miliar pada kuartal sebelumnya atau tumbuh sekitar 47% dalam tiga bulan. Meski demikian, biaya komputasi ikut melonjak sehingga menekan kinerja operasional perusahaan.
Data yang dipublikasikan menunjukkan biaya komputasi dan infrastruktur mencapai sekitar US$9,86 miliar pada kuartal III. Nilai itu setara 58% dari pendapatan Anthropic, meningkat dibandingkan porsi 48% pada kuartal II.
Artinya, dari setiap US$1 pendapatan, sekitar US$0,58 harus dialokasikan untuk kebutuhan komputasi. Biaya tersebut mencakup sumber daya pemrosesan yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model AI.
Rasio pendapatan terhadap biaya komputasi pun turun menjadi 1,72 kali, dari sekitar 2,08 kali pada kuartal sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum mampu mengimbangi kenaikan kebutuhan komputasi.
Salah satu penyebab tingginya biaya adalah kebutuhan kapasitas komputasi yang meningkat cepat. Anthropic harus menyediakan infrastruktur untuk memenuhi permintaan pengguna sekaligus mengembangkan model AI mereka.
Dalam dokumen perusahaan, sekitar US$5 miliar biaya komputasi pada kuartal III berasal dari komitmen jangka pendek. Skema tersebut disebut memiliki biaya jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas komputasi yang diperoleh melalui perjanjian jangka panjang.
Kondisi itu membuat perusahaan harus mencari tambahan kapasitas ketika kebutuhan meningkat. Konsekuensinya, Anthropic tidak selalu dapat mengandalkan kontrak jangka panjang yang biasanya menawarkan biaya lebih kompetitif.
Salah satu kesepakatan bernilai besar adalah kerja sama dengan SpaceX. Berdasarkan pengungkapan dalam dokumen penawaran saham SpaceX, Anthropic membayar US$1,25 miliar per bulan untuk menyewa kapasitas komputasi.
Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penggunaan fasilitas pusat data Colossus. Anthropic juga memiliki sejumlah perjanjian bernilai miliaran dolar dengan penyedia infrastruktur lain, termasuk Nscale, Akamai, dan Volta.
Perusahaan-perusahaan tersebut masuk dalam kategori neocloud, yakni penyedia layanan komputasi yang menawarkan kapasitas tambahan secara lebih fleksibel. Namun, layanan semacam ini dapat memiliki harga lebih tinggi dibandingkan kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan komputasi berskala besar.
Untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia eksternal, Anthropic berupaya memperluas kapasitas infrastrukturnya sendiri melalui proyek yang disebut Anthropic Direct.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengamankan pasokan komputasi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya. Namun, pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu, sementara permintaan layanan AI terus meningkat.
Dalam dokumen pendaftarannya, Anthropic memperkirakan pengeluaran untuk komputasi dan infrastruktur akan terus meningkat secara nominal serta tetap menjadi pos biaya operasional terbesar dalam waktu dekat.
Dengan demikian, pembangunan kapasitas mandiri belum tentu langsung mengurangi beban perusahaan. Anthropic masih harus memenuhi kebutuhan komputasi yang terus bertambah sambil menunggu fasilitas dan kapasitas baru tersedia.
Besarnya biaya komputasi menjadi salah satu tantangan utama bagi perusahaan pengembang AI. Namun, perbandingan efisiensi antara Anthropic, OpenAI, Google, dan Meta perlu dilakukan secara hati-hati karena struktur biaya dan metode pelaporan masing-masing perusahaan tidak selalu sama.
Google dan Meta memiliki keunggulan berupa pengembangan infrastruktur serta chip khusus untuk mendukung kebutuhan komputasi. Keduanya juga mengoperasikan pusat data dalam skala besar.
Sementara itu, Anthropic mengandalkan kombinasi kerja sama dengan penyedia layanan komputasi dan investasi infrastruktur sendiri. Perusahaan juga memiliki kemitraan dengan sejumlah penyedia teknologi besar untuk memenuhi kebutuhan kapasitas.
Kondisi tersebut membuat biaya yang dikeluarkan Anthropic tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan rasio biaya Google atau Meta tanpa memperhitungkan perbedaan model bisnis, kepemilikan infrastruktur, dan komponen pengeluaran.
Tekanan biaya terlihat dalam hasil operasional Anthropic. Pada kuartal III 2026, perusahaan mencatatkan kerugian operasional sekitar US$567 juta. Angka tersebut berbalik dari laba operasional US$974 juta pada kuartal sebelumnya.
Kerugian itu antara lain dipengaruhi kenaikan biaya komputasi, termasuk penggunaan kapasitas melalui komitmen jangka pendek yang lebih mahal. Perusahaan juga mencatat sekitar US$2 miliar biaya nonkas terkait program pencocokan donasi karyawan.
Angka kerugian operasional tersebut perlu dibedakan dari kerugian bersih. Associated Press melaporkan Anthropic mencatat kerugian bersih US$23,3 miliar pada kuartal III. Dalam sembilan bulan pertama 2026, kerugian bersih mencapai US$104 miliar, termasuk penyesuaian akuntansi sebesar US$94 miliar terkait perjanjian pembiayaan.
Di sisi lain, Anthropic mengungkapkan komitmen belanja komputasi dan infrastruktur mencapai US$895,4 miliar. Sekitar US$70 miliar di antaranya dijadwalkan untuk dibayarkan dalam 12 bulan berikutnya.
Besarnya komitmen tersebut memperlihatkan skala investasi yang harus disiapkan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis AI. Bagi calon investor, tantangannya bukan hanya melihat seberapa cepat pendapatan Anthropic meningkat, tetapi juga menilai kemampuan perusahaan mengendalikan biaya dan mengubah pertumbuhan itu menjadi keuntungan yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Liverpool kalah 2-3 dari Fenerbahce di Liga Champions. Sempat dua kali unggul, The Reds akhirnya takluk setelah kebobolan tiga gol.
Pendapatan Anthropic diklaim mencapai US$17 miliar pada kuartal III 2026. Namun, 58% pendapatannya terserap untuk biaya komputasi.
Tiga bandara Indonesia masuk daftar 10 tersibuk di Asia Tenggara pada Oktober 2026. Simak peringkat dan kapasitas kursi penumpangnya.
Jadwal Liga Europa 2026/2027 Jumat dini hari, 6 November, menghadirkan 17 laga. AC Milan bertemu Ferencváros, Juventus menantang AZ Alkmaar.
Crédit Mutuel Arkéa mengonfirmasi serangan siber yang memicu transaksi ilegal. Dugaan kerugian US$133 juta belum dikonfirmasi bank.
Bantul dijadwalkan menerima 400 becak listrik tahap kedua. Bantuan diprioritaskan bagi penarik becak lansia berusia minimal 50 tahun.