Liga Europa: 10 Pemain Crystal Palace Paksa Hoffenheim Imbang
Crystal Palace bermain imbang 1-1 melawan Hoffenheim di Liga Europa. Gol Kamada menit akhir menyelamatkan 10 pemain Palace.
Logo Hyundai/Ist-Car Logos
Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan SUV listrik di India bakal semakin ramai setelah Hyundai menyiapkan model baru berkode HE1i yang diproyeksikan menjadi kendaraan listrik paling terjangkau di jajaran produknya. Mobil yang mengarah pada nama Ioniq P tersebut akan mengisi segmen SUV listrik kompak di bawah Creta Electric dan menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif.
Kehadiran model baru ini juga akan mempertemukan Hyundai dengan sejumlah produsen yang lebih dahulu meramaikan pasar SUV listrik India, seperti Tata, Mahindra, dan Kia. Meski nama Ioniq P mulai menguat, Hyundai belum memberikan konfirmasi resmi bahwa kode proyek HE1i akan menggunakan nama tersebut ketika dipasarkan.
Dikutip dari Gaadiwaadi, Hyundai telah mengonfirmasi pengembangan SUV listrik kompak yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar India. Nama Ioniq P semakin menjadi perhatian setelah manajemen perusahaan menyebut nama tersebut dalam sebuah konferensi. Hyundai juga telah mengajukan permohonan merek dagang Ioniq P di Kelas 12, kategori yang mencakup kendaraan bermotor dan komponen terkait.
Posisi HE1i di bawah Creta Electric menjadi salah satu strategi Hyundai untuk menjangkau pasar kendaraan listrik yang lebih luas. Model tersebut dipersiapkan menghadapi Tata Nexon EV, Mahindra XUV 3XO EV, dan Kia Syros EV. Berbeda dari sejumlah mobil listrik yang dikembangkan dari kendaraan bermesin bensin, HE1i dirancang sebagai produk kendaraan listrik mandiri.
Gambaran bentuk SUV listrik terbaru Hyundai mulai terlihat melalui sejumlah kendaraan uji yang tertangkap kamera. Mobil tersebut memperlihatkan karakter desain mengotak dengan bagian depan tegak, atap yang hampir rata, serta kabin tinggi.
Pada bagian depan, Hyundai menempatkan lampu daytime running light (DRL) LED berdesain ramping di atas lampu utama. Sementara itu, bagian samping memperlihatkan rel atap yang menonjol, overhang pendek, serta penggunaan velg alloy dual-tone.
Proporsi bodinya memberikan karakter berbeda dibandingkan Creta Electric yang memiliki desain lebih membulat. Bentuk atap yang cenderung datar dan posisi kabin tinggi juga menjadi ciri visual yang terlihat pada kendaraan uji HE1i.
Hyundai akan memproduksi SUV listrik kompak tersebut di pabrik Sriperumbudur, Tamil Nadu, India. Pada tahap awal, kendaraan ini akan menggunakan sel baterai impor dari Svolt. Keputusan tersebut diambil setelah fasilitas produksi sel baterai lokal milik Exide Industries mengalami penundaan.
Penggunaan baterai impor tersebut bersifat sementara dalam rencana pengembangan kendaraan. Hyundai berencana beralih menggunakan sel baterai produksi lokal dari Exide Industries pada tahap berikutnya. Pabrikan asal Korea Selatan itu juga menargetkan harga yang kompetitif sejak awal peluncuran agar produknya dapat bersaing di segmen SUV listrik kompak.
Dari sisi fitur, Hyundai telah mengonfirmasi bahwa HE1i akan mendapatkan sistem infotainment generasi baru dan teknologi bantuan pengemudi Level 2. Kedua teknologi tersebut sebelumnya telah diumumkan dalam acara CEO Investor Day 2026.
SUV listrik ini juga diperkirakan menggunakan arsitektur E-GMP (K), platform yang turut digunakan Hyundai Inster untuk pasar internasional. Penggunaan platform tersebut menjadi bagian dari pengembangan kendaraan listrik kompak Hyundai yang dirancang untuk kebutuhan pasar India.
HE1i diperkirakan hadir dalam dua pilihan, yakni varian jarak tempuh standar dan jarak tempuh jauh. Sebagai gambaran, Hyundai Inster yang dipasarkan secara global menawarkan dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 42 kWh dan 49 kWh. Namun, kapasitas baterai yang akan digunakan pada HE1i belum dapat dipastikan hanya berdasarkan spesifikasi Inster tersebut.
SUV listrik kompak ini dijadwalkan meluncur bulan depan, dengan pengumuman harga dilakukan setelah debutnya. Informasi tersebut menjadi perhatian bagi konsumen India yang tengah mempertimbangkan pilihan kendaraan listrik di kelas SUV kompak.
Peluncuran HE1i juga berkaitan dengan target Hyundai untuk meningkatkan kontribusi kendaraan listrik terhadap penjualan domestiknya. Perusahaan menargetkan mobil listrik menyumbang lebih dari 7% penjualan dalam setahun ke depan. Angka tersebut meningkat dibandingkan kontribusi kendaraan listrik yang masih berada di kisaran 1% pada tahun fiskal 2026.
Dengan posisi di bawah Creta Electric, HE1i menjadi salah satu model yang dipersiapkan Hyundai untuk memperbesar penjualan kendaraan listrik di pasar India. Persaingan dengan Tata Nexon EV, Mahindra XUV 3XO EV, dan Kia Syros EV akan menjadi bagian dari upaya Hyundai memperluas jangkauan produknya di segmen tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Crystal Palace bermain imbang 1-1 melawan Hoffenheim di Liga Europa. Gol Kamada menit akhir menyelamatkan 10 pemain Palace.
Kenali 10 ciri bos toxic, mulai dari gemar mengontrol pekerjaan hingga merendahkan karyawan, serta cara menghadapi perilaku tersebut.
Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award
Jadwal Liga Inggris pekan ke-10 7-9 November 2026. Arsenal, Liverpool, dan Manchester United menghadapi pertandingan penting.
Puluhan negara mendorong kesiapsiagaan darurat. Jerman menyarankan stok makanan hingga 10 hari, sementara Thailand menyiapkan tas darurat 72 jam.
DPRD Bantul meminta lurah mencari sumber pendanaan alternatif agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan.