Advertisement
Pemerataan Sinyal 4G Indonesia Belum Capai 50 Persen
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah menyapa wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melihat dengan kebutuhan ekonomi yang sangat menggantungkan teknologi, pemerintah memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan seluruh bagian wilayah Indonesia bisa terpapar sinyal 4G.
Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan secara geografis pemerataan sinyal 4G di Tanah Air masih kurang dari 50 persen, yaitu 49,33 persen. Adapun dari sisi populasi jaringan 4G telah mencapai angka 95 persen.
Advertisement
“Kami bersama berbagai operator seluler yang ada ikut membantu agar nantinya desa yang sekarang ini belum ter-cover bisa segera mendapatkan sinyal 4G,” katanya lewat diskusi daring, Jumat (11/9/2020) malam.
BACA JUGA : Menkominfo Perkirakan Sinyal 4G Baru Merata di Seluruh
Selain itu, dia mengatakan industri telekomunikasi memiliki mencakup bisnis cukup luas. Perkembangan ekonomi digital yang terus pesat di Indonesia sangat bergantung pada sektor telekomunikasi.
“Secara umum, di Indonesia masih ada sekitar 30 persen orang yang belum menggunakan ponsel pintar. Ini menjadi PR bersama bagaimana mereka bisa menggunakan smartphone, sehingga bisa mengikuti berbagai kegiatan. Mungkin perlu pemerintah mendorong industri lokal untuk membuat ponsel pintar murah,” ujarnya.
Pemulihan Ekonomi
Sementara itu, Co-founder Komunitas Modal Rakyat, Wafa Taftazani mengatakan kebutuhan akses menjadi langkah penting, agar masyarakat bisa produktif dengan akses internet dan melakukan berbagai kegiatan untuk berkontribusi dalam ekosistem perekonomian.
BACA JUGA : Lebaran 2019, Sinyal 4G di Jalur Mudik Dipastikan Lancar
“Bisa berinvestasi, atau kalau mereka pelaku usaha, mereka bisa mendapatkan modal,” katanya.
Adapun, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menyebut transformasi digital adalah salah satu skema percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Pelaku usaha diharapkan bisa beradaptasi dengan transaksi pasar digital.
“Teknologi informasi dan komunikasi secara nyata telah menjadi faktor yang fundamental dari lini produksi, dan secara signifikan meningkatkan efisiensi prosesnya. SDM dengan keterampilan bidang digital akan benar-benar menjadi agen perubahan bagi negara manapun di dunia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
TikTok Perketat Akun Remaja demi Patuhi Aturan Baru Pemerintah
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan Tajam Terjadi di Tol-Jogja Solo Saat Arus Balik Lebaran
- Cek Izin Properti di Sleman Bakal Bisa lewat Peta Digital
- Libur Lebaran Sepi, Wisata Bantul Kehilangan Puluhan Ribu Wisatawan
- THR di Kulonprogo Sepi Aduan, Disnaker Tetap Siaga
- Viral Donasi di Stasiun Tugu Jogja Bikin Resah, Ini Kata PT KAI Daop 6
Advertisement
Advertisement







