600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Negara Rugi Rp3,3 Miliar
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengisi daya atau charger menjadi salah satu benda yang dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari kita dengan sangat mudah. Mulai dari ponsel, laptop, tablet dan beberapa perangkat elektronik lainnya memiliki charger yang berfungsi untuk mengisi daya baterai perangkat tersebut.
Berikut apa saja yang harus kita perhatikan saat membeli pengisi daya smartphone. Jangan sampai, ketika kita membeli pengisi daya, terutama buatan pihak ketiga, malah akan berdampak buruk pada sistem pengisian daya atau baterai smartphone.
1. Spesifikasi
Kamu bisa menemukan spesifikasi di bodi charger atau kemasannya. Ada dua macam spesifikasi, yaitu input dan output.
Input
Input merujuk pada proses pengisian dari sumber listrik ke pengisi daya itu sendiri yang diperlukan untuk menghasilkan output.
Output
Output adalah hasil dari input yang telah disesuaikan sedemikian rupa, tergantung pada spesifikasi pengisi daya tersebut, yang dialirkan ke smartphone.
2. Membaca Spesifikasi
Misalnya, input dari sebuah charger adalah AC 100-240V~50/60Hz 0,5A Max. Input itu berarti bahwa pengisi daya aman untuk dipakai pada tegangan 100-240V dengan frekuensi 50/60Hz. Di Indonesia, standar tegangan listrik adalah 220V pada frekuensi 50Hz.
Untuk output, biasanya tercantum beberapa informasi, contohnya:
5V = 3A
5V = 4A
5V = 4,5A
4,5A = 5V
9V = 2,5A
12V = 1,87A
(22,5 W Max)
Berdasarkan contoh spesifikasi itu, dapat kita pahami bahwa keluaran maksimum dari pengisi daya itu adalah maksimum 22,5 Watt yang didapat dari perkalian antara tegangan (Volt/V) dengan arus (Ampere/A).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Dosen UMY King Faisal menyoroti prosedur penggeledahan Hamalatul Qur’an dan meminta dugaan intimidasi terhadap santriwati diperiksa.
Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya saat menunggu bus di halte.