Presiden FFF Kecam Chilavert Usai Sebut Prancis Tim Afrika
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Mobil Terbakar /Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Mobil terbakar tentu bukanlah hal yang diinginkan oleh para pemilik mobil. Selain merugikan, mobil terbakar kemungkinan juga akan menyebabkan korban jiwa. Sebab, banyak kasus, baik penumpang ataupun pengendara ikut jadi korban saat mobil terbakar.
Padahal,mobil terbakar sejatinya bisa diminimalisasi. Sebab, faktor penyebab dari mobil terbakar adalah kepada pengapian dan korsleting. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar mobil tidak terbakar :
Genangan air bisa jadi biang keladi terjadinya korsleting. Untuk itu sebaiknya hindari untuk menerobos genangan air.
Faktor kedua yang membuat mobil terbakar adalah modifikasi. Keputusan dari pemilik yang asal modifikasi mobil membuat bahaya korsleting tinggi. Alhasil, mobil terbakar sangat mungkin terjadi.
Untuk mengantisipasi kemungkinan mobil terbakar, sebaiknya pemilik mobil menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam kendaraannya. Ini sebagai upaya pencegahan jika api membesar saat mobil terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 7 Juli 2026 di Condongcatur. Cek lokasi, waktu layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
akil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak petani milenial di Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, untuk berani menanam komoditas bawang