Erupsi Anak Krakatau Ganggu Agenda Hearts2Hearts di Jakarta
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Ingin menghemat kuota internet saat melakukan perjalanan jauh? Hal itu gampang dilakukan. Anda tinggal menerapkan beberapa trik yang ada di bawah ini :
- Matikan data seluler jika tidak digunakan
Anda bisa mematikan data seluler saat tidak digunakan. Anda bisa mengaktifkan data seluler saat membutuhkan.
- Nonaktifkan fitur auto download
Anda bisa juga menonaktifkan fitur auto download untuk menghemat kuota internet.
- Nonaktifkan fitur update aplikasi otomatis
Anda juga bisa menonaktifkan fitur update aplikasi otomatis. Jika Anda menonaktifkan fitur update aplikas otomatis, maka tidak hanya penggunaan kuota internet yang bisa Anda hemat, tapi juga baterai.
- Pencadangan file
Pencadangan file adalah langkah untuk menyimpan data agar tidak hilang jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada ponsel atau aplikasi. Fitur ini bisa Anda nonaktifkan, sebab cukup banyak menyedot kuota internet dan baterai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 8 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global