Advertisement

Rem Bermasalah, Sejuta Unit Mobil Mercedes-Benz Ditarik

Jumali
Senin, 06 Juni 2022 - 00:47 WIB
Jumali
Rem Bermasalah, Sejuta Unit Mobil Mercedes-Benz Ditarik Ilustrasi Mercedes Benz. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pabrikan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz dikabarkan me-recall 1 juta mobil SUV seri ML dan GL, serta minivan R Class karena masalah pengereman. Mobil yang direcall itu diproduksi antara 2014 dan 2015 di seluruh dunia.

Otoritas transportasi federal Jerman (KBA) mengatakan jika masalah pengereman yang terjadi di mobil produksi Mercedes-Benz tersebut karena korosi pada booster rem. Di mana, jika diteruskan, dapat menyebabkan koneksi antara pedal rem dan sistem pengereman terputus.

Advertisement

"Konsekuensinya adalah, sistem pengereman bisa berhenti fungsinya,” kata KBA yang dikutip dari AFP, Minggu (5/6/2022).

Alhasil, setidaknya ada 993.407 mobil produksi Mercedes-Benz yang di-recall dari seluruh belahan dunia. Sementara Mercedes-Benz menyatakan recall dilakukan berdasarkan analisis pada laporan yang terisolasi untuk kendaraan tertentu.

"Dalam kasus korosi yang sangat parah yang jarang terjadi, mungkin saja manuver pengereman yang sangat kuat atau keras menyebabkan kerusakan mekanis pada booster rem, di mana koneksi antara pedal rem dan sistem rem akan gagal," demikian pernyataan Mercedes.

"Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, ini tidak mungkin memperlambat kendaraan melalui pengereman. Dengan demikian, risiko kecelakaan atau cedera akan meningkat," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Basuki: Pemasangan Patung Garuda Kantor Presiden di IKN Telah Selesai

News
| Senin, 22 Juli 2024, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement