Advertisement
Akibat Tarif Trump, Volvo Dikabarkan Bakal Suntik Mati S90 untuk Pasar AS
Volvo S90 - Volvo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo dikabarkan akan menghilangkan seri Volvo S90 dari pasaran. Langkah ini dilakukan menyusul pemberlakuan kebijakan Presiden Donald Trump terhadap mobil impor.
Automotive News, Jumat (11/4/2025) mengungkapkan Volvo akan berhenti menjual Volvo S90 di Amerika Serikat. Sebab, mobil ini memang diproduksi di China.
Advertisement
Pernyataan Automotive News ini berdasarkan kabar dari internal Volvo. Di mana sumber itu mengatakan Volvo akan menyuntik mati Volvo S90 untuk pasar Amerika Serikat. Padahal sepanjang 2024, Volvo mencatat ada 1.364 unit Volvo S90 terjual di AS.
BACA JUGA: Gabungan Industri Otomotif Usul RI Berikan Tarif Balasan Atas Pemberlakuan Tarif Trump
Karena jumlah penjualan yang rendah tersebut, sumber itu menyatakan Volvo akan fokus memperkuat SUV-nya XC-40, XC-60 dan XC-90. Selain itu, Volvo mengungkapkan bahwa sedan listrik ES90 tetap akan diproduksi di China. Selain itu, Volvo juga akan meningkatkan produksi di Belgia.
Di Indoensia, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengusulkan agar pemerintah menerapkan tarif balasan resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia sebagai solusi jangka pendek perdagangan yang lebih adil.
"Kalau mereka kenakan tarif tinggi, kita pun perlu menyesuaikan. Tarif dibalas tarif. Tapi juga jangan lupa opsi lain seperti menurunkan tarif untuk produk AS agar terjadi keseimbangan,” kata Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




