Advertisement

Berikut Informasi Gaji Pilot AirAsia, Penasaran?

Anitana Widya Puspa
Senin, 25 Juli 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
Berikut Informasi Gaji Pilot AirAsia, Penasaran? Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Gaji atau pendapatan bulanan para pilot tidak selalu sama. Di maskapai AirAsia Indonesia, misalnya, saat ini gaji yang diperolah para pilot terdiri atas dua variabel.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Y. Sinaga, menjelaskan nominal pendapatan para pilot sangat variatif di setiap perusahaan penerbangan. Banyak faktor yang menyebabkan pendapatan seorang pilot berbeda dengan yang lainnya. Misalnya saja bergantung kepada jenis posisi dan lama bekerja pilot tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Secara umum, kata dia, ada dua variabel pendapatan yang diterima oleh seorang pilot. Pertama fix sallary dan kedua adalah fly allowance. Fix salary merupakan pendapatan etap dibayarkan kepada pilot baik pada saat menerbangkan atau tidak menerbangkan pesawat. Nominal ini bergantung kepada senioritas dan posisi pilot.

Sementara untuk variable kedua, fly allowance hanya dibayarkan saat pilot tersebut menerbangkan pesawat.

BACA JUGA: Honda Luncurkan All New Honda Civic Type R, Fokus pada Kecepatan?

“Jadi memang sangat tergantung variabel [gaji]. Totalan fix aja beda bergantung penerbangan yang diterbangkan. Lebih-lah dari [double digit],” ujarnya, Minggu (24/7/2022).

Di sisi lain, AirAsia Indonesia telah menyelesaikan proses rekrutmen untuk anggota kabin selama beberapa pekan terakhir seiring dengan tingginya permintaan penerbangan saat ini.

Veranita Y. Sinaga menjelaskan Indonesia merupakan pasar yang menarik saat ini karena dalam periode tingkat permintaan yang tinggi. Hal ini menimbulkan tekanan terhadap kapasitas penerbangan atau capacity constraint. Sesuai dengan hukum pasar yang berlaku, tingkat permintaan yang tinggi dengan ketersediaan jumlah pesawat yang rendah membuat harga tiket pesawat menjadi mahal.

Seiring dengan tingginya permintaan, Veranita juga menjelaskan upaya dalam mempersiapkan para kru kabin untuk terbang kembali.Maskapai dengan kode penerbangan QZ tersebut membutuhkan jumlah kru pesawat yang lebih banyak saat ini. Alasannya, karena banyak anggota kru yang sudah mengundurkan diri karena personal bisnis dan kepentingan pribadi lainnya selama masa pandemi.

BACA JUGA: Berapakah Harga Avanza dan Xenia Apabila Ada Versi Mobil Listriknya?

"Kami akan menambah jumlah pesawat sehingga frekuensi dan utilisasi meningkat membutuhkan banyak kru. Kami menerima lebih dari 5000 pendaftar seleksi satu kabin kru. Itu yang terbesar selama sejarah AirAsia Indonesia," jelasnya.

Mengingat selama ini, AirAsia juga tidak membuka perekrutan secara rutin. Perekrutan terakhir dilakukan pada 2019 lalu.

"Kalau untuk pilot, kami masih punya cadangan pilot training. Belum sepenuhnya bekerja sekarang tapi kami sudah tahu jumlah pesawat berapa mulai training dan mengaktifkan lisensi untuk terbang," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awas Penipuan! Kartu Prakerja Hanya Miliki 6 Mitra Pembayaran

News
| Senin, 06 Februari 2023, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement