Indonesia Akan Impor Gandum dari AS Senilai Rp20,2 Triliun untuk 5 Tahun
Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) akan tetap mengimpor gandum Amerika Serikat (AS) sebanyak 1 juta metrik ton dalam lima tahun ke depan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Whatsapp Inc, resmi memadamkan akses aplikasi whatsapp desktop berbasis electron, untuk mendorong pengguna beralih ke aplikasi whatsapp versi desktop terbaru yang menawarkan akses lebih optimal tanpa gangguan.
BACA JUGA: Cara Bikin Stiker Statis dan Bergerak di Whatsapp
Dikutip dari AndroidPolice, Minggu (2/7/2023) pihak pengembang telah mengumumkan rencana penutupan permanen terhadap aplikasi dengan kerangka JavaScript Electron ini sejak 4 minggu lalu.
Mulanya, para pengembang menciptakan aplikasi whatsapp versi desktop menggunakan framework electron. Adapun, teknologi tersebut digunakan untuk berbagi kode dasar antara Whatsapp Web dan aplikasi desktop sehingga dapat bekerja lintas platform, Windows maupun macOS.
Bagi pengguna Whatsapp Desktop versi ini, Anda tidak lagi dapat mengakses dan jika membuka laman aplikasi tersebut maka akan muncul peringatan yang menegaskan bahwa aplikasi tersebut telah kadaluarsa.
Tak perlu khawatir, kini pengguna dapat mengunduh versi whatsapp desktop terbaru yang akan memberikan layanan lebih stabil dengan fitur perangkat yang lebih mumpuni dan dapat diunduh melalui Microsoft Store.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pemadaman whatsapp berbasis electron ini hanya berlaku pada Windows. Pasalnya, aplikasi terbarunya di Windows ini telah stabil sejak tahun lalu.
Di sisi lain, beberapa pengguna mengeluhkan masa transisi yang terlalu singkat. Mereka menilai aplikasi asli masih belum memiliki semua fungsi untuk pengguna bisnis, seperti manajemen katalog dan balasan cepat.
Namun, cepat atau lambat, transisi harus dilakukan untuk optimalisasi di Windows dan macOS sehingga menjadikan aplikasi versi desktop ini lebih intensif sumber daya, khususnya untuk mesin kelas bawah.
Sebagai perbandingan, aplikasi asli yang baru dioptimalkan untuk setiap OS desktop dan menawarkan stabilitas yang lebih besar sambil memonopoli lebih sedikit sumber daya sistem.
Selain itu, WABetaInfo berharap aplikasi terbaru ini akan segera mengembalikan utilitas WhatsApp Business yang hilang. Sebagai pengganti, pengguna dapat memanfaatkan fitur business melalui Whatapp Web.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) akan tetap mengimpor gandum Amerika Serikat (AS) sebanyak 1 juta metrik ton dalam lima tahun ke depan.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.