Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Tesla Model 3 dan Y 2023 dilaporkan kehilangan kendali kemudi saat sedang melaju. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) akan melakukan investigasi lebih lanjut.
BACA JUGA: Tesla Setop Pengemudi yang Bermain Game
Imbasnya, sekitar 280 ribu unit kendaraan akan terpengaruh, berpotensi ditarik kembali atau recall. Melansir dari The Verge, Rabu (2/8/2023), NHTSA diketahui telah menerima 12 keluhan yang menyatakan hilangnya kontrol kemudi dan power steering di kendaraan Tesla.
Lima keluhan tentang ketidakmampuan untuk mengarahkan kendaraan, sementara tujuh orang lainnya mengatakan hilangnya daya mengakibatkan kesulitan kemudi.
“Kemudi kendaraan kehilangan power steering dan kemudi macet di posisi lurus hanya saat berkendara. Kendaraan hanya dapat berjalan lurus ke depan atau ke belakang dan tidak dapat berbelok. Memati-nyalakan [kendaraan] tidak membantu menyelesaikan masalah. Harus membawa mobil ke layanan Tesla,” demikian bunyi salah satu keluhan.
Tesla saat ini diketahui juga tengah dalam penyelidikan untuk sejumlah keluhan lain, termasuk penyelidikan untuk laporan roda kemudi pada SUV Model Y yang jatuh saat kendaraan sedang melaju.
Di samping itu, NHTSA juga telah menerima lebih dari 800 laporan tentang masalah "pengereman hantu", yaitu ketika kendaraan Tesla tiba-tiba mengerem sebagai respons terhadap bahaya yang tidak terlihat.
Sebelumnya, perusahaan terpaksa mengeluarkan pembaruan perangkat lunak over-the-air kepada 1,1 juta kendaraan di China sebagai tanggapan atas masalah pengereman dan akselerasi. Terkait masalah ini, perusahaan juga dituntut oleh beberapa pemilik kendaraan.
Perusahaan juga menghadapi potensi penarikan produk Autopilot dan Full Self-Driving untuk lebih dari selusin insiden di mana kendaraan Tesla yang menggunakan fitur bantuan pengemudi justru menabrak kendaraan darurat stasioner.
Banyak lembaga penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung California hingga Departemen Kehakiman AS, juga menyelidiki masalah terkait praktik keselamatan dan pemasaran Tesla.
Selain Tesla, banyak perusahaan pembuat mobil yang juga menghadapi investigasi kecacatan dan penarikan kembali produk. Ford hari ini juga diketahui terpaksa menarik kembali hampir 900 ribu unit truk F-150 akibat rem darurat yang aktif saat berkendara.
Namun, Tesla dinilai unik dalam kemampuannya untuk mengatasi beberapa cacat dengan pembaruan perangkat lunak. Hal itu bersisian dengan fakta bahwa Tesla menghadapi lebih banyak penarikan kembali produk daripada pembuat mobil lainnya.
Dari 400 penarikan yang dikeluarkan pada 2022 dengan jumlah produk mencapai 25 juta mobil, Tesla menempati posisi lima besar. Hal itu mengacu daftar yang disusun oleh firma riset iSeeCars.com.
(Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Leony Vitria resmi dilamar Charles Seaman pada 17 September 2026. Kabar ini menarik perhatian karena Leony dulu sempat mengaku tak ingin menikah.
Veda Ega Pratama bersiap menghadapi Moto3 Austria 2026 setelah finis ke-18 di Misano. Ia berharap karakter Red Bull Ring membantu kebangkitannya.
Zhang Yiming, pendiri ByteDance, menyalip Gautam Adani sebagai orang terkaya di Asia dengan kekayaan lebih dari US$105 miliar menurut Bloomberg Billionaires Ind
Harga emas Pegadaian hari ini 18 September 2026 untuk Antam, Galeri 24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback.
Tak ingin tukar kursi di pesawat? Pakar resolusi konflik Emily Skinner membagikan cara menolak dengan tegas tanpa memperbesar konflik dengan penumpang lain.