Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Tesla Model 3 dan Y 2023 dilaporkan kehilangan kendali kemudi saat sedang melaju. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) akan melakukan investigasi lebih lanjut.
BACA JUGA: Tesla Setop Pengemudi yang Bermain Game
Imbasnya, sekitar 280 ribu unit kendaraan akan terpengaruh, berpotensi ditarik kembali atau recall. Melansir dari The Verge, Rabu (2/8/2023), NHTSA diketahui telah menerima 12 keluhan yang menyatakan hilangnya kontrol kemudi dan power steering di kendaraan Tesla.
Lima keluhan tentang ketidakmampuan untuk mengarahkan kendaraan, sementara tujuh orang lainnya mengatakan hilangnya daya mengakibatkan kesulitan kemudi.
“Kemudi kendaraan kehilangan power steering dan kemudi macet di posisi lurus hanya saat berkendara. Kendaraan hanya dapat berjalan lurus ke depan atau ke belakang dan tidak dapat berbelok. Memati-nyalakan [kendaraan] tidak membantu menyelesaikan masalah. Harus membawa mobil ke layanan Tesla,” demikian bunyi salah satu keluhan.
Tesla saat ini diketahui juga tengah dalam penyelidikan untuk sejumlah keluhan lain, termasuk penyelidikan untuk laporan roda kemudi pada SUV Model Y yang jatuh saat kendaraan sedang melaju.
Di samping itu, NHTSA juga telah menerima lebih dari 800 laporan tentang masalah "pengereman hantu", yaitu ketika kendaraan Tesla tiba-tiba mengerem sebagai respons terhadap bahaya yang tidak terlihat.
Sebelumnya, perusahaan terpaksa mengeluarkan pembaruan perangkat lunak over-the-air kepada 1,1 juta kendaraan di China sebagai tanggapan atas masalah pengereman dan akselerasi. Terkait masalah ini, perusahaan juga dituntut oleh beberapa pemilik kendaraan.
Perusahaan juga menghadapi potensi penarikan produk Autopilot dan Full Self-Driving untuk lebih dari selusin insiden di mana kendaraan Tesla yang menggunakan fitur bantuan pengemudi justru menabrak kendaraan darurat stasioner.
Banyak lembaga penegak hukum, mulai dari Jaksa Agung California hingga Departemen Kehakiman AS, juga menyelidiki masalah terkait praktik keselamatan dan pemasaran Tesla.
Selain Tesla, banyak perusahaan pembuat mobil yang juga menghadapi investigasi kecacatan dan penarikan kembali produk. Ford hari ini juga diketahui terpaksa menarik kembali hampir 900 ribu unit truk F-150 akibat rem darurat yang aktif saat berkendara.
Namun, Tesla dinilai unik dalam kemampuannya untuk mengatasi beberapa cacat dengan pembaruan perangkat lunak. Hal itu bersisian dengan fakta bahwa Tesla menghadapi lebih banyak penarikan kembali produk daripada pembuat mobil lainnya.
Dari 400 penarikan yang dikeluarkan pada 2022 dengan jumlah produk mencapai 25 juta mobil, Tesla menempati posisi lima besar. Hal itu mengacu daftar yang disusun oleh firma riset iSeeCars.com.
(Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.