Advertisement

Perusahaan Ini Ciptakan Baterai Mini yang Tidak Perlu Diisi Ulang Hingga 50 Tahun

Lajeng Padmaratri
Jum'at, 26 Januari 2024 - 17:57 WIB
Lajeng Padmaratri
Perusahaan Ini Ciptakan Baterai Mini yang Tidak Perlu Diisi Ulang Hingga 50 Tahun Baterai betavolt, baterai yang berukuran lebih kecil dari koin, tetapi memiliki masa pakai sekitar 50 tahun. - Oddity Central

Advertisement

Harianjogja.com, BEIJING—Memiliki baterai dengan masa pakai 50 tahun mungkin impian banyak orang. Teknologi itu baru-baru ini direalisasikan oleh salah satu perusahaan di China.

Melansir Oddity Central, perusahaan China Betavolt belum lama ini meluncurkan baterai BV100 yang berukuran lebih kecil dari koin, tetapi memiliki masa pakai sekitar 50 tahun dan tidak memerlukan pengisian ulang.

Advertisement

BACA JUGA: Ada Penanak Nasi Bertenaga Koran di Jepang, Terbukti Efektif Saat Gempa Bumi Melanda

Perusahaan yang bermarkas di Beijing ini mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan pertama yang berhasil membuat miniatur energi atom dengan memasukkan 63 isotop nuklir ke dalam baterai yang lebih kecil dari koin.

Ungkapan “baterai atom” kedengarannya tidak aman, namun Betavolt mengklaim bahwa baterai BV100-nya benar-benar aman bagi konsumen, karena tidak akan membocorkan radiasi meskipun penutup pelindungnya bocor.

Perusahaan berencana untuk mulai memproduksi baterai secara massal akhir tahun ini, dan memperkenalkan versi yang lebih bertenaga pada tahun 2025.

Di masa depan, Betavolt berencana untuk menargetkan industri dirgantara, peralatan medis, perangkat AI, drone kecil, robotika, dan hampir semua industri yang membutuhkan baterai dengan umur 50 tahun.

Sebenarnya, baterai atom bukanlah hal baru. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet memproduksi unit tenaga tersebut pada tahun 1960an, namun baterai nuklir ini berukuran besar, berbahaya, dan mahal untuk dibuat.

Plutonium digunakan sebagai sumber tenaga radioaktif untuk baterai atom pertama, namun ilmu pengetahuan telah berkembang pesat sejak saat itu, dan baterai revolusioner Betavolt kini bergantung pada isotop yang jauh lebih aman, nikel-63, yang terurai menjadi isotop tembaga yang stabil. Bahan semikonduktor berlian pada baterai memungkinkannya bekerja secara stabil di lingkungan dengan suhu berkisar antara -60 hingga 120 derajat Celcius.

BACA JUGA: Sederet Laptop Gaming RTX 40 Series Termurah, Cari Diskonnya di MSI New Year Sale

Berukuran hanya 15mm x 15mm x 5mm, Betavolt BV100 baru secara konstan menghasilkan listrik seiring dengan degradasi isotop, tidak seperti baterai konvensional yang hanya menyimpan energi.

Meski BV100 dianggap sebagai terobosan dalam banyak hal, namun output daya sebesar 100 mikrowatt pada 3 volt tidak terlalu mengesankan. Betavoolt berencana meluncurkan baterai atom 1 watt baru pada tahun 2025. Seiring dengan kemajuan teknologi, harapannya segera tercipta baterai ponsel cerdas yang tidak memerlukan pengisian ulang.

“Baterai dapat memungkinkan perangkat seperti ponsel pintar untuk beroperasi tanpa batas waktu tanpa mengisi ulang atau drone dapat terbang tanpa mendarat,” tulis perusahaan tersebut di situs webnya.

Betavolt BV100 dan penerusnya yang berkekuatan 1 watt cukup mengesankan, namun perusahaan China tersebut sudah mencari cara untuk meningkatkan masa pakai dan keluaran daya baterai atomnya. Saat ini mereka sedang bereksperimen dengan isotop seperti strontium-90, promethium-147, dan deuterium, dan berharap dapat menghasilkan baterai dengan umur 230 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Oddity Central

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

News
| Kamis, 22 Februari 2024, 05:37 WIB

Advertisement

alt

Rayakan Imlek, Solo Safari Sambut Pengunjung dengan Beragam Acara Seru

Wisata
| Senin, 12 Februari 2024, 17:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement