19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JAKARTA—Pabrikan elektronik besar di Amerika Serikat, Apple berencana mengalihkan produksi iPhone untuk pasar Amerika Serikat (AS) ke India. Hal ini dikabarkan Financial Times yang dikutip oleh GSM Arena, Jumat (25/4/2025).
Sumber yang dikutip dalam publikasi itu menyebut penerapan pajak impor tinggi terhadap barang-barang asal China akibat perang dagang AS dengan China sebagai alasan perusahaan mencari solusi yang lebih layak secara ekonomi untuk memproduksi perangkat.
Menurut siaran GSM Arena, diversifikasi produksi iPhone dimulai tahun 2017, ketika Apple dan Wistron mulai membuat iPhone 6s dan iPhone SE di pabrik Bengaluru, India.
BACA JUGA: Ledakan Besar Terjadi di Pelabuhan Iran, 500 Orang Dilaporkan Terluka
Laporan pada April 2024 menyebutkan bahwa sekitar 14 persen dari semua iPhone di dunia dibuat di India, dan para analis memperkirakan pangsanya akan tumbuh menjadi 25 persen pada akhir tahun 2025.
Jumlah ini kemungkinan terus bertambah, karena Apple akan menggandakan produksi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 60 juta iPhone setiap tahun di pasar AS pada akhir 2026.
Financial Times menyebut AS menyumbang sekitar 28 persen dari pengiriman iPhone global Apple selama 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.