IHSG Ditutup Menguat 0,40 Persen, Pasar Nantikan Respons BI Usai The Fed Hawkish
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JAKARTA—Pabrikan elektronik besar di Amerika Serikat, Apple berencana mengalihkan produksi iPhone untuk pasar Amerika Serikat (AS) ke India. Hal ini dikabarkan Financial Times yang dikutip oleh GSM Arena, Jumat (25/4/2025).
Sumber yang dikutip dalam publikasi itu menyebut penerapan pajak impor tinggi terhadap barang-barang asal China akibat perang dagang AS dengan China sebagai alasan perusahaan mencari solusi yang lebih layak secara ekonomi untuk memproduksi perangkat.
Menurut siaran GSM Arena, diversifikasi produksi iPhone dimulai tahun 2017, ketika Apple dan Wistron mulai membuat iPhone 6s dan iPhone SE di pabrik Bengaluru, India.
BACA JUGA: Ledakan Besar Terjadi di Pelabuhan Iran, 500 Orang Dilaporkan Terluka
Laporan pada April 2024 menyebutkan bahwa sekitar 14 persen dari semua iPhone di dunia dibuat di India, dan para analis memperkirakan pangsanya akan tumbuh menjadi 25 persen pada akhir tahun 2025.
Jumlah ini kemungkinan terus bertambah, karena Apple akan menggandakan produksi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 60 juta iPhone setiap tahun di pasar AS pada akhir 2026.
Financial Times menyebut AS menyumbang sekitar 28 persen dari pengiriman iPhone global Apple selama 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.