Advertisement
Penyebab Pasar Mobil Baru Semakin Tergerus Mobkas
Pasar mobil bekas di Asia Tenggara saat ini diestimasikan bernilai lebih dari US30 miliar. - Ist/Carsome
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA– Pasar mobil baru semakin tergerus mobil bekas di Indonesia. Data terbaru menunjukkan rasio mobil bekas di pasaran saat ini hampir 2 kali lipat mobil baru atau melonjak tajam dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19.
Komisaris Serba Mulia Group Jodjana Jody mengatakan jumlah mobil bekas yang beredar pada 2024 sebanyak 1,8 juta unit pada 2024. Sementara itu, mobil baru hanya 860.000 unit pada periode yang sama.
Advertisement
BACA JUGA: Ini Deretan Mobil Pikap Terlaris Selama Juli 2025
“Data Gaikindo [Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia] dan Badan Pusat Statistik yang diolah LPM UI, rasio mobil bekas terhadap mobil baru sudah mencapai 2 kali lipat,” kata Jodjina kepada Bisnis baru-baru ini.
Angka tersebut, tambahnya, berubah signifikan dibandingkan dengan sebelum Covid-19. Pada periode tersebut, kata Jodjana, baik pasar mobil baru maupun bekas di Tanah Air sama-sama di kisaran 1 juta unit per tahun.
Menurutnya, dominasi mobil bekas pascapandemi Covid-19 dipengaruhi oleh faktor lonjakan harga kendaraan roda empat baru rerata 3% per tahun – ditambah kenaikan pajak – yang tidak sebanding dengan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah sebagai mayoritas.
Sampai dengan September 2024, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia 48,41 juta jiwa (17,25% dari total populasi), sedangkan kelas atas 1,29 juta jiwa (0,46% dari total populasi).
Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi pelaku industri pembiayaan alias multifinance. “Dengan catatan, perusahaan pembiayaan tidak terlalu membatasi umur kendaraan. Kadang ada multifinance yang hanya mau membiayai mobil maksimal 10 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, sambungnya, di daerah-daerah mobil berusia relatif tua masih banyak digunakan mengingat harga yang murah sehingga sesuai dengan keterbatasan kantong konsumen. Total, kata Jodjana, mobil bekas yang beredar (unit in operation) di Indonesia sekitar 18 juta unit.
“Kalau multifinance bisa masuk ke segmen ini, pasar mobil bekas akan jadi sumber pertumbuhan yang menarik,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
Advertisement
Advertisement







