Advertisement

FCC Izinkan Ekspansi Starlink untuk Internet ke Ponsel

Muhammad Diva Farel Ramadhan
Senin, 12 Januari 2026 - 11:27 WIB
Sunartono
FCC Izinkan Ekspansi Starlink untuk Internet ke Ponsel Ilustrasi Starlink.Starlink - SpaceX

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Regulator telekomunikasi Amerika Serikat, FCC, menyetujui ekspansi jaringan Starlink milik SpaceX guna mempercepat layanan internet satelit yang terhubung langsung ke perangkat seluler.

Melalui keputusan ini, SpaceX diizinkan mengoperasikan 7.500 satelit Starlink Gen2 tambahan, meski sebagian permohonan hampir 30.000 satelit masih ditunda. FCC menilai sebagian satelit generasi terbaru tersebut masih perlu pengujian lebih lanjut di orbit.

Advertisement

Ekspansi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas akses digital, khususnya di wilayah terpencil. FCC juga memberikan fleksibilitas frekuensi dan mencabut pembatasan tumpang tindih cakupan demi optimalisasi layanan.

Keputusan strategis ini membawa 15.000 unit total satelit Gen2 yang diizinkan beroperasi secara global. Persetujuan ini dinilai krusial bagi rencana bisnis SpaceX untuk menyediakan konektivitas direct-to-cell di luar Amerika Serikat serta memperluas cakupan tambahan di Amerika Serikat (AS). 

Selain itu, peningkatan infrastruktur ini memungkinkan layanan seluler generasi berikutnya dengan kecepatan internet mencapai 1 gb per detik.

Ketua FCC Brendan Carr menyambut baik langkah ini sebagai momen penting bagi industri telekomunikasi satelit. "Otorisasi FCC ini adalah pengubah permainan [game-changer] untuk memungkinkan layanan generasi berikutnya," kata Carr melansir dari Reuters, Senin (12/1/2026).

Carr menambahkan bahwa dengan memberikan lampu hijau bagi 15.000 satelit baru yang canggih ini, FCC mendorong SpaceX untuk menghadirkan kemampuan broadband satelit yang belum pernah ada sebelumnya. 

Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat persaingan pasar dan memastikan tidak ada komunitas yang tertinggal dalam akses digital. Meski demikian, FCC tidak mengabulkan seluruh permohonan ekspansi yang diajukan oleh raksasa teknologi antariksa tersebut. 

Diketahui, SpaceX awalnya mengajukan izin untuk menyebarkan hampir 30.000 satelit, namun regulator memutuskan untuk menunda otorisasi terhadap sisa 14.988 satelit Gen2 yang diusulkan. 

Penundaan ini mencakup satelit yang diusulkan beroperasi di atas ketinggian 600 km, mengingat sebagian satelit Gen2 masih belum teruji di orbit.

Dalam dokumen persetujuannya, FCC menetapkan tenggat waktu operasional yang ketat bagi SpaceX. Perusahaan diwajibkan meluncurkan 50% dari jumlah satelit Gen2 yang disetujui paling lambat 1 Desember 2028. 

Sementara itu, sisa setengah satelitnya harus sudah diluncurkan dan beroperasi pada Desember 2031. FCC juga memberikan fleksibilitas teknis dengan mengizinkan satelit Starlink beroperasi di lima frekuensi berbeda. 

Regulator juga mencabut persyaratan sebelumnya yang membatasi cakupan yang tumpang tindih, sehingga memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan yang lebih besar.

Saat ini, SpaceX telah mengukuhkan posisinya sebagai operator satelit terbesar di dunia melalui Starlink. Perusahaan itu tercatat mengelola jaringan sekitar 9.400 satelit yang memancarkan internet ke konsumen, pemerintah, dan korporasi. 

Dominasi ini sempat menjadi sorotan mantan Ketua FCC Jessica Rosenworcel pada 2024, yang mencatat bahwa Starlink menguasai hampir dua pertiga dari seluruh satelit aktif dan mendesak adanya kompetisi yang lebih ketat.

Starlink pada pekan lalu menurunkan ketinggian operasional seluruh satelitnya mulai 2026. Hal ini merupakan bagian dari manajemen keselamatan ruang angkasa. Satelit Starlink yang sebelumnya mengorbit di ketinggian 550 km diturunkan ke 480 km. 

Dengan sekitar 9.400 satelit aktif saat ini, Starlink mengukuhkan posisinya sebagai operator satelit terbesar di dunia, meski isu persaingan dan keselamatan orbit tetap menjadi perhatian regulator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter

DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter

News
| Senin, 12 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement