Advertisement
Tergilas ChatGPT, Raksasa Bimbel Online Chegg Bangkrut
Kantor Chegg - Bloomberg
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Platform bimbingan belajar online Chegg resmi menyatakan bangkrut setelah bisnisnya tergerus disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin ChatGPT.
Kehadiran ChatGPT dinilai menjadi faktor utama yang melumat nilai perusahaan hingga sahamnya anjlok drastis mencapai 99 persen. Transformasi teknologi ini memaksa industri pendidikan berbasis langganan tradisional menghadapi kenyataan pahit atas perubahan perilaku pelajar global.
Advertisement
Didirikan pada 2006, Chegg sempat menjadi primadona bagi pelajar AS untuk mendapatkan bantuan tugas dan konsultasi ahli. Namun, data internal yang dilansir The Wall Street Journal mengungkapkan lebih dari setengah juta pelanggan memilih berhenti berlangganan. Imbasnya, nilai saham perusahaan yang sempat menyentuh level tertinggi US pada 2021 yang mencapai 113,51 dollar AS (sekitar Rp 1,7 juta) per lembar menjadi hanya 1,86 dollar AS (sekitar Rp 29.315) per lembar.
MSN menyebut, kegagalan Chegg berakar pada sikap manajemen yang awalnya meremehkan potensi AI. Pada 2022, ide karyawan untuk mengintegrasikan AI otomatis ditolak karena perusahaan berasumsi ChatGPT tidak akan mampu memberikan jawaban seakurat pakar manusia. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya; teknologi GPT-4 terbukti lebih efisien dan praktis bagi pelajar. Meski sempat mencoba bangkit melalui layanan Cheggmate yang menggabungkan basis data mereka dengan GPT-4, upaya ini gagal total karena pengguna lebih memilih berinteraksi langsung dengan ChatGPT.
BACA JUGA
Mundurnya Dan Rosensweig dari kursi CEO pada Juni 2024 menandai fase restrukturisasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Nathan Schultz. Meskipun perusahaan telah memangkas 441 karyawan dan berupaya mengubah fokus bisnis agar tidak sekadar menjadi penyedia jawaban tugas, langkah tersebut dinilai terlambat. Manajemen baru pun memutuskan untuk menghentikan proyek Cheggmate, menandakan menyerahnya model bisnis lama terhadap dominasi AI generatif yang kini menjadi pesaing utama industri pendidikan daring.
Kasus bangkrutnya Chegg menjadi peringatan keras bagi lanskap industri pendidikan global tentang bagaimana AI mampu mengubah struktur pasar yang telah mapan selama puluhan tahun. ChatGPT tidak hanya hadir sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai pesaing destruktif yang menggerus relevansi model bisnis konvensional. Kini, berbagai layanan pendidikan online lainnya terpaksa beradaptasi dengan cepat demi menghindari nasib serupa di tengah era pendidikan berbasis kecerdasan buatan yang semakin dominan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Crane Proyek Kereta Cepat Thailand Ambruk, Kereta Terbelah 28 Tewas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Murai Batu Rp150 Juta di Pleret Bantul Dicuri, Aksi Terekam CCTV
- Pilur Serentak Bantul 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Rp3,8 Miliar
- Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
- Tekan Kecelakaan, Dishub Bantul Pasang 484 Lampu Jalan di 2026
- AKBP Ridho Hidayat Resmi Jabat Kapolres Kulonprogo
Advertisement
Advertisement




