Advertisement

Fenomena Digital China, Sileme Rebranding Jadi Demumu

Jumali
Rabu, 14 Januari 2026 - 17:37 WIB
Jumali
Fenomena Digital China, Sileme Rebranding Jadi Demumu Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Aplikasi unik Sileme yang viral di China karena fokus pada keselamatan warga hidup sendiri kini bersiap ekspansi global dengan nama Demumu.

Nama "Sileme" secara harfiah berarti "Apakah Kamu Sudah Mati?" ini dirancang khusus sebagai alat keselamatan bagi individu yang menjalani gaya hidup soliter atau tinggal sendiri.

Advertisement

Reuters menyebut, merespons popularitas yang melonjak tajam, pihak pengembang kini bersiap melakukan rebranding menjadi Demumu untuk menjangkau pasar internasional.

Cara kerja aplikasi ini tergolong sederhana namun krusial bagi keamanan personal. Pengguna diwajibkan menyetel satu kontak darurat yang akan menerima notifikasi otomatis jika pengguna tidak melakukan check-in dalam aplikasi selama beberapa hari berturut-turut.

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas fenomena "hidup solo" di China yang menurut data Global Times telah mencapai lebih dari 200 juta rumah tangga tunggal atau sekitar 30% dari total populasi.

Lonjakan unduhan yang signifikan sempat mengantarkan aplikasi ini ke peringkat puncak di Apple App Store. Melalui pernyataan resmi di Weibo pada Selasa (13/1/2026), tim pengembang yang terdiri dari tiga pemuda kelahiran pasca-1995 ini menyampaikan apresiasi atas dukungan masif netizen.

"Terima kasih kepada semua netizen atas dukungan antusias mereka. Awalnya kami hanyalah tim kecil yang tidak dikenal," tulis perwakilan Sileme mengenai pertumbuhan pesat platform mereka.

Seiring dengan peningkatan biaya operasional akibat trafik yang membeludak, pengembang mulai menerapkan skema langganan berbayar sekitar 8 yuan atau HKD 8 (kisaran Rp17.000 hingga Rp19.000). Meski nama baru "Demumu" telah disiapkan untuk versi terbaru di pasar global, banyak netizen di Weibo yang tetap berharap identitas asli yang provokatif tersebut dipertahankan.

Beberapa pengguna bahkan mengusulkan nama alternatif yang lebih ringan seperti "Apakah Kamu Masih Hidup?" atau "Apakah Kamu di Sana?" untuk menjaga esensi kemanusiaan di balik teknologinya.

Kehadiran Demumu mencerminkan tren teknologi yang mulai fokus pada isu kesepian dan keselamatan individu di tengah masyarakat modern yang semakin individualis. Dengan model bisnis yang kini bertransformasi menjadi layanan berbayar, aplikasi ini berupaya memastikan keberlanjutan operasional sekaligus memperkuat infrastruktur keselamatannya bagi jutaan pengguna yang tinggal sendirian di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Balita Tewas dalam Mesin Cuci di Jepang, Ayah Ditangkap

Balita Tewas dalam Mesin Cuci di Jepang, Ayah Ditangkap

News
| Rabu, 14 Januari 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement