Advertisement

HyperOS 3 Bikin Ponsel Xiaomi Impor Bootloop, Ini Penyebab dan Solusi

Jumali
Kamis, 29 Januari 2026 - 10:47 WIB
Jumali
HyperOS 3 Bikin Ponsel Xiaomi Impor Bootloop, Ini Penyebab dan Solusi Logo Xiaomi - Wikipedia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Pembaruan sistem operasi HyperOS 3 dari Xiaomi memicu gangguan serius pada sejumlah ponsel impor nonresmi atau gray market, dengan laporan perangkat mengalami bootloop hingga mati total seusai proses update.

Masalah ini ramai dilaporkan oleh pengguna global yang memakai ponsel versi pasar China namun telah dimodifikasi menggunakan ROM Global, sebuah praktik umum agar perangkat dapat menjalankan layanan Google dan mendukung berbagai bahasa. Alih-alih meningkatkan performa, pembaruan HyperOS 3 justru membuat sebagian perangkat tidak bisa masuk ke sistem sama sekali.

Advertisement

Akar persoalan diketahui berasal dari penerapan fitur pemeriksaan wilayah (region lock check) yang kini diberlakukan lebih ketat di HyperOS 3. Sistem secara otomatis mendeteksi ROM Global hasil modifikasi pihak ketiga yang dipasang pada perangkat keras khusus China, lalu memutus kompatibilitas modul modem, sehingga ponsel gagal melakukan proses booting normal dan terjebak di mode pemulihan (recovery).

GizChina melaporkan, beberapa model yang paling banyak dilaporkan terdampak adalah Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro versi gray market.

Perangkat tersebut umumnya dijual lebih murah karena menggunakan ROM konversi ilegal, sehingga tidak terdaftar sebagai unit resmi Xiaomi di luar China. Xiaomi menegaskan bahwa kondisi ini bukan bug sistem, melainkan konsekuensi kebijakan resmi perusahaan yang tidak memberikan dukungan terhadap perangkat hasil modifikasi ilegal.

Bagi pengguna yang terlanjur mengalami bootloop, tersedia solusi darurat berupa force restart berulang sebanyak 10–15 kali. Cara ini ditujukan untuk memicu panic rollback, yaitu mekanisme pengembalian otomatis ke versi sistem operasi sebelumnya yang masih stabil.

Jika ponsel berhasil menyala kembali, pengguna sangat dianjurkan segera menonaktifkan fitur pembaruan otomatis untuk mencegah pembaruan serupa terpasang ulang.

Namun demikian, metode rollback tersebut tidak menjamin keberhasilan pada semua perangkat, karena tingkat kerusakan sistem dapat berbeda-beda. Sejumlah pakar teknologi mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli ponsel, khususnya dengan memilih unit resmi bergaransi lokal demi keamanan pembaruan dan perlindungan data.

Bagi pemilik ponsel Xiaomi impor, pengecekan keaslian ROM menjadi langkah krusial seusai munculnya laporan gangguan massal ini. Mengabaikan status sistem dapat berisiko menyebabkan kerusakan permanen serta kehilangan data, terutama jika pembaruan HyperOS 3 tetap dipaksakan terpasang di perangkat yang tidak didukung secara resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Diminta Tirukan Negara Tetangga Cegah Virus Nipah

Indonesia Diminta Tirukan Negara Tetangga Cegah Virus Nipah

News
| Kamis, 29 Januari 2026, 13:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement