Advertisement
Android Perketat Fitur Anti-Maling, Perlindungan Data dan Keuangan
Ponsel Android / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sistem operasi Android resmi meluncurkan pembaruan besar pada fitur keamanan anti-maling guna melindungi data pribadi dan keuangan pengguna dari risiko pencurian. Pembaruan yang dirilis Selasa (27/1/2026) waktu Amerika Serikat ini dirancang untuk menghentikan akses ilegal, membatasi potensi kerusakan seusai perangkat dicuri, serta mempercepat proses pemulihan ponsel yang hilang.
Tim keamanan Android menegaskan bahwa pencurian ponsel kini tidak lagi sekadar kehilangan perangkat fisik. Perangkat yang jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab berpotensi menjadi pintu masuk penipuan keuangan dan pembobolan data sensitif, khususnya aplikasi perbankan dan layanan digital.
Advertisement
Melalui blog resmi Google Security, perusahaan menyebut pembaruan ini sebagai pengembangan lanjutan dari sistem perlindungan sebelumnya, yang diprioritaskan seusai tren pencurian perangkat meningkat secara global.
Salah satu peningkatan utama terdapat pada fitur Failed Authentication Lock yang pertama kali diperkenalkan di Android 15. Fitur ini akan mengunci layar secara otomatis jika terdeteksi percobaan buka kunci yang gagal berulang kali. Dalam pembaruan terbaru, Android memberikan kontrol tambahan berupa tombol khusus, sehingga pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut sesuai preferensi keamanan masing-masing.
BACA JUGA
Android juga memperluas fungsi fitur Identity Check yang mewajibkan autentikasi biometrik untuk tindakan sensitif. Kini, kewajiban verifikasi biometrik tidak hanya berlaku untuk pengaturan sistem, tetapi juga mencakup aplikasi pihak ketiga yang menggunakan Android Biometric Prompt, termasuk aplikasi perbankan dan Google Password Manager. Sistem akan secara otomatis meminta verifikasi ketat ketika mendeteksi perangkat berada di lokasi yang tidak biasa.
Penyempurnaan lain dilakukan pada mekanisme waktu kunci (lockout time) untuk mencegah pencuri menebak PIN, pola, atau kata sandi. Sistem terbaru memberikan toleransi bagi pengguna sah, di mana kesalahan berulang dengan PIN atau pola yang sama tidak selalu dihitung sebagai upaya gagal baru, sehingga pengguna tidak langsung terjebak waktu kunci yang lebih lama.
Di sisi lain, fitur Remote Lock atau kunci jarak jauh melalui peramban web juga diperkuat. Android kini menambahkan pertanyaan keamanan opsional, guna memastikan hanya pemilik asli perangkat yang dapat mengunci ponsel dari jarak jauh.
Meski fitur Failed Authentication Lock dan Identity Check terbaru hanya tersedia untuk perangkat dengan Android 16 ke atas, alat pemulihan perangkat kini sudah dapat digunakan oleh pengguna Android 10 ke atas. Google berharap sistem pertahanan berlapis ini mampu menekan risiko kebocoran data dan kerugian finansial pengguna, terutama di kota-kota dengan mobilitas tinggi seperti Jogja yang masyarakatnya semakin bergantung pada transaksi digital melalui ponsel pintar.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
China Eksekusi 11 Terpidana Jaringan Penipuan Lintas Negara
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik
- Disdukcapil Bantul Tuntaskan 1.012 Aktivasi IKD di Panggungharjo
- Tabrakan Beruntun Enam Kendaraan Sempat Lumpuhkan Jalan Magelang
- Beringharjo Tetap Terkendali di Tengah Krisis Sampah Pasar Jogja
- Dispar Sleman Tunda Fasilitas Pilah Sampah di Kaliurang, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement



