Advertisement
Android 16 Masih Lambat Diadopsi, Baru 7,5 Persen Perangkat Global
Logo Android. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tujuh bulan seusai dirilis, Android 16 belum menunjukkan laju adopsi yang signifikan di pasar global. Data terbaru Google mencatat sistem operasi terbaru ini baru digunakan sekitar 7,5% perangkat aktif hingga akhir 2025, menandakan distribusi pembaruan Android masih menghadapi tantangan besar akibat fragmentasi ekosistem.
Android 16 pertama kali diperkenalkan pada Juni 2025, diawali melalui lini smartphone Pixel. Meski sejumlah produsen Android lain sudah mulai menggulirkan pembaruan, penetrasinya masih tertinggal jauh dibandingkan versi sebelumnya.
Advertisement
Berdasarkan grafik distribusi versi Android yang dirilis Google dan dikutip GSM Arena, Minggu (1/2/2026), Android 16 bahkan baru menempati peringkat ketujuh dalam daftar sistem operasi Android yang paling banyak digunakan.
Dominasi pasar saat ini masih dipegang Android 15 dengan pangsa 19,3%, disusul Android 14 (17,2%) dan Android 13 (13,9%). Menariknya, Android 16 masih kalah populer dibandingkan versi lama seperti Android 11, Android 12, hingga Android 10, yang tetap bertahan di jutaan perangkat pengguna.
BACA JUGA
Google menilai kondisi ini sulit dibandingkan dengan tingkat adopsi iOS milik Apple. Menurut perusahaan, ekosistem Android yang terbuka—dengan puluhan produsen dan ribuan model perangkat—menjadi penyebab utama lambatnya penyebaran pembaruan sistem operasi. Situasi tersebut kontras dengan ekosistem Apple yang lebih tertutup dan terkontrol sehingga pembaruan dapat dirilis lebih cepat dan merata.
Meski demikian, Google tetap optimistis adopsi Android 16 akan meningkat sepanjang 2026. Sejumlah produsen disebut telah menyiapkan jadwal pembaruan untuk berbagai lini perangkat mereka. Namun, lambatnya penetrasi Android 16 kembali menegaskan masalah klasik fragmentasi Android, yang membuat pengguna harus menunggu lebih lama untuk menikmati fitur baru serta peningkatan keamanan dibandingkan pengguna iOS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sabtu Berdarah di Balochistan Pakistan, 33 Orang Tewas Oleh Separatis
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



