Advertisement
Elon Musk Curhat di X: Kekayaan Fantastis Tak Jamin Bahagia
Elon Musk - Royal Society - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Orang terkaya dunia sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan sisi personal yang jarang terlihat publik dengan mengakui bahwa kekayaan luar biasa tidak membuatnya merasa bahagia. Pengakuan itu disampaikan langsung melalui platform media sosial X pada Rabu (4/2/2026), memicu perbincangan luas di kalangan warganet global.
Whoever said “money can’t buy happiness” really knew what they were talking about
— Elon Musk (@elonmusk) February 5, 2026Advertisement
Dalam unggahan singkatnya, Musk menulis kalimat reflektif yang menyiratkan kegelisahan batin. “Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” tulisnya disertai emoji wajah sedih. Seusai diunggah, pernyataan tersebut langsung viral dan menuai ribuan komentar dalam waktu singkat.
Curahan hati tersebut menjadi sorotan karena datang dari figur dengan kekayaan nyaris tak terbatas. Berdasarkan laporan Forbes per 3 Februari 2026, kekayaan bersih Elon Musk tercatat mencapai 852 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.387 triliun, menjadikannya individu paling kaya di planet ini. Nilai tersebut bahkan berpotensi melonjak lebih tinggi seusai pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja yang diperkirakan dapat menembus angka 1 triliun dolar AS.
BACA JUGA
Reaksi publik terhadap pernyataan Musk pun terbelah tajam. Sebagian warganet menunjukkan empati dan menyarankan agar sang taipan mencari makna hidup melalui kegiatan sosial, spiritualitas, atau filantropi. Namun, tak sedikit pula yang merespons dengan nada sinis, mempertanyakan keluhannya di tengah kondisi ekonomi global yang sulit bagi banyak orang.
Salah satu komentar yang viral menyoroti kesenjangan realitas tersebut. “Apakah kamu khawatir soal atap rumah anak-anakmu atau makanan besok? Jika tidak, berhentilah mengeluh dan hitunglah berkahmu,” tulis seorang pengguna dengan nada tajam. Seusai komentar itu beredar, diskusi pun melebar ke isu kesehatan mental, tekanan hidup figur publik, dan makna kebahagiaan di era modern.
Di luar polemik personalnya, Elon Musk tetap menjadi sosok sentral dalam peta kekuatan teknologi global. Ia mengendalikan perusahaan-perusahaan strategis seperti Tesla di sektor kendaraan listrik, SpaceX di bidang eksplorasi luar angkasa, serta xAI dalam pengembangan kecerdasan buatan. Pengaruhnya juga meluas ke ranah politik, media, hingga visi kolonisasi Mars yang ambisius.
Namun, seusai pengakuan terbuka tersebut, publik kembali diingatkan bahwa pencapaian material, kekuasaan ekonomi, dan visi besar belum tentu sejalan dengan ketenangan batin. Curhatan Musk menjadi gambaran bahwa persoalan kebahagiaan tetap menjadi pergulatan manusia, bahkan bagi mereka yang berada di puncak piramida kekayaan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Landasan Bandara Berlin Tertutup Es, 100 Penerbangan Dibatalkan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban
- Misterius, Kerangka Manusia Ditemukan di Rumah Kosong Gamping Sleman
- Derbi Mataram PSIM Jogja vs Persis Solo Dijaga Ketat Ratusan Personel
- Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
- Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
Advertisement
Advertisement



