Advertisement
Mesir Blokir Roblox Demi Moral Anak, Ikuti Negara Arab Lain
Game Roblox. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Mesir resmi memblokir akses permainan daring Roblox di seluruh wilayah negara tersebut sebagai langkah perlindungan moral dan keselamatan anak-anak dari ancaman dunia digital. Kebijakan ini diberlakukan melalui keputusan Dewan Tertinggi untuk Regulasi Media Mesir bersama Otoritas Regulasi Telekomunikasi Nasional.
Pemblokiran Roblox dilakukan seusai adanya dorongan regulasi dari Senator Walaa Hermas Radwandid, yang menilai platform tersebut berpotensi membahayakan perkembangan mental dan pendidikan generasi muda. Pemerintah Mesir menilai pembatasan akses digital diperlukan untuk membentengi nilai moral anak-anak dari pengaruh negatif internet.
Advertisement
Laporan Bloomberg menyebutkan, Senator Radwandid menyoroti fitur komunikasi langsung Roblox yang memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan orang asing tanpa pengawasan ketat. Fitur tersebut dinilai membuka peluang besar terjadinya eksploitasi oleh predator daring, dengan risiko dampak psikologis jangka panjang bagi korban.
Seusai kajian keamanan siber dilakukan, otoritas Mesir menyimpulkan bahwa potensi risiko terhadap anak-anak jauh lebih besar dibandingkan manfaat hiburan yang ditawarkan Roblox. Atas dasar itu, pemblokiran total dipilih sebagai langkah preventif.
BACA JUGA
Dengan kebijakan ini, Mesir menyusul langkah sejumlah negara Arab seperti Irak, Aljazair, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang lebih dulu menerapkan larangan atau pembatasan ketat terhadap Roblox. Sementara itu, Turki dan Rusia juga memberlakukan pemblokiran menyeluruh, meski dengan alasan berbeda, termasuk dugaan adanya konten yang bertentangan dengan kepentingan nasional.
Pengetatan akses platform digital untuk anak-anak sendiri kini menjadi tren global. Australia, Spanyol, dan Denmark tercatat tengah mengembangkan kebijakan serupa guna meningkatkan perlindungan anak di ruang digital.
Padahal, Roblox memiliki kontribusi ekonomi yang cukup signifikan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Data terbaru menunjukkan platform ini menyumbang sekitar USD 15 juta terhadap produk domestik bruto (PDB) di negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Maroko, Qatar, dan UEA sepanjang periode 2021–2024.
Namun, seusai mempertimbangkan aspek keselamatan jiwa dan kesehatan mental anak-anak, pemerintah Mesir memilih mengorbankan potensi ekonomi tersebut demi menjaga integritas generasi muda.
Efektivitas sistem keamanan internal Roblox juga menjadi sorotan. Laporan Wired mengungkapkan bahwa sistem verifikasi usia Roblox kerap mengalami kesalahan identifikasi, sehingga pengguna di bawah umur masih dapat mengakses konten dan fitur obrolan yang seharusnya dibatasi.
Seusai kegagalan teknis tersebut terungkap, kepercayaan pemerintah Mesir terhadap kemampuan Roblox dalam melindungi anak-anak dinilai runtuh, yang akhirnya berujung pada kebijakan pemblokiran total sebagai langkah perlindungan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dua Warga Bandung Tewas Tertimbun Saat Gali Peti Harta Karun
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Derbi Mataram PSIM Jogja vs Persis Solo Dijaga Ketat Ratusan Personel
- Dinkes Jogja Tegaskan Nihil Kasus Virus Nipah, Warga Diminta Waspada
- Sentra Genteng Sambirejo Gunungkidul Sambut Program Gentengisasi
- Sindikat Gembos Ban Beraksi di SPBU Tegalrejo Jogja, Rp243 Juta Raib
- Kamera Trap BKSDA DIY Ungkap Jejak di Candirejo Bukan Macan
Advertisement
Advertisement



