Advertisement

Terbongkar, Jeffrey Epstein Danai Startup Teknologi di Silicon Valley

Newswire
Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Terbongkar, Jeffrey Epstein Danai Startup Teknologi di Silicon Valley Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Jejak investasi terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein terungkap merambah hingga jantung industri teknologi Amerika Serikat, Silicon Valley. Laporan terbaru The New York Times (NYT) menyebut Epstein menanamkan modal pada sejumlah perusahaan rintisan ternama, termasuk sektor kripto dan teknologi perangkat lunak.

Mengutip dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang dipublikasikan Kamis (5/2/2026), Epstein diketahui memiliki hubungan komunikasi langsung dengan para pendiri startup besar. Salah satunya terlihat dari surel pendiri bursa kripto Coinbase, Fred Ehrsam, pada Desember 2014.

Advertisement

Dalam pesan itu, Ehrsam menyampaikan keinginannya bertemu Epstein di sela waktu luangnya. Pada tahun yang sama, Epstein tercatat mengucurkan investasi sebesar 3 juta dolar AS atau sekitar Rp48,6 miliar ke Coinbase, yang saat itu masih berada pada fase awal pengembangan.

Tak berhenti di situ, laporan NYT juga mengungkap peran miliarder teknologi Peter Thiel yang disebut pernah memberikan saran investasi kepada Epstein. Beberapa peluang yang disarankan meliputi layanan musik digital Spotify serta perusahaan perangkat lunak milik Thiel, Palantir.

Meski belum dipastikan apakah Epstein benar-benar menanamkan modal di Palantir, ia tercatat berinvestasi sekitar 40 juta dolar AS di perusahaan lain milik Thiel, yakni Valar Ventures.

Nama Epstein juga muncul sebagai investor di sejumlah proyek teknologi dan kripto lainnya. Salah satu yang disorot adalah perusahaan teknologi Jawbone, yang menerima suntikan dana hampir 12 juta dolar AS dari Epstein.

Pengungkapan ini muncul setelah Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche pada 30 Januari lalu mengumumkan selesainya publikasi dokumen kasus Epstein. Hingga kini, total arsip yang dibuka ke publik telah melampaui 3,5 juta dokumen.

Dalam berkas-berkas tersebut, turut disebut sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk Presiden AS Donald Trump serta mantan Presiden AS Bill Clinton, meski keterkaitan detailnya masih terus ditelusuri pihak berwenang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Koperasi LPER Dukung Program Prabowo MBG dan Perkuat Ketahanan Pangan

Koperasi LPER Dukung Program Prabowo MBG dan Perkuat Ketahanan Pangan

News
| Jum'at, 06 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement