Advertisement
Masalah Teknis Roket SLS, NASA Tunda Misi Artemis 2 ke April 2026
Kantor NASA di Amerika Serikat. / nasa.gov
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ambisi Amerika Serikat untuk segera mengirimkan manusia kembali ke orbit Bulan harus sedikit tertahan. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi mengumumkan penundaan misi berawak Artemis 2 dari jadwal semula Maret menjadi April 2026, seusai ditemukannya kendala teknis yang cukup serius pada roket Space Launch System (SLS).
Tim teknis NASA mengidentifikasi adanya gangguan pada sistem aliran helium yang memiliki peran sangat vital dalam operasi peluncuran. Komponen ini berfungsi untuk membersihkan mesin roket serta memberikan tekanan yang diperlukan pada tangki bahan bakar, sehingga kegagalan pada sistem ini dinilai sangat berisiko bagi keselamatan kru dan keberhasilan misi secara keseluruhan.
Advertisement
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan standar keamanan tertinggi. “Saya memahami banyak yang kecewa dengan perkembangan ini, terutama tim NASA yang telah bekerja tanpa lelah mempersiapkan misi besar ini,” tulis Isaacman melalui akun media sosial pribadinya. Ia menjelaskan bahwa gangguan tersebut kemungkinan besar bersumber dari masalah pada filter, katup, atau pelat sambungan yang tidak berfungsi optimal.
Seusai temuan ini, peluang peluncuran pada jendela waktu Maret resmi ditutup. Melansir laporan Al Jazeera, NASA kini mulai membidik waktu peluncuran baru yang diperkirakan jatuh pada awal atau akhir April mendatang. Langkah mundur ini terjadi di tengah atmosfer persaingan ruang angkasa yang kian memanas dengan China, yang menargetkan pengiriman manusia ke Bulan sebelum tahun 2030.
BACA JUGA
China sendiri saat ini terus tancap gas dengan persiapan misi tanpa awak Chang’e 7 pada 2026 untuk memetakan kutub selatan Bulan. Selain itu, Negeri Tirai Bambu tersebut juga berencana menguji wahana antariksa berawak Mengzhou pada tahun ini. Situasi tersebut menempatkan NASA dalam posisi yang menantang untuk tetap memimpin dalam perlombaan teknologi antariksa global.
Perjalanan program Artemis memang kerap diwarnai hambatan teknis yang kompleks sejak awal. Sebagai catatan, misi Artemis 1 baru bisa mengangkasa pada November 2022 seusai mengalami rentetan penundaan. Bahkan, pada awal Februari ini, kebocoran hidrogen cair sempat memaksa NASA menghentikan uji coba krusial wet dress rehearsal sebelum akhirnya berhasil dirampungkan di Cape Canaveral, Florida.
Hanya berselang sehari seusai menetapkan target peluncuran pada 6 Maret, masalah sistem helium baru justru mencuat kembali. Akibatnya, roket raksasa SLS bersama kapsul Orion harus ditarik kembali ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center guna menjalani pemeriksaan mendalam. Penundaan ini menjadi bagian dari prosedur ketat NASA dalam memitigasi setiap risiko sekecil apa pun sebelum meluncurkan manusia ke angkasa.
Misi Artemis 2 sendiri dirancang untuk melakukan perjalanan selama 10 hari mengitari Bulan sebelum kembali mendarat di Bumi. Penerbangan bersejarah ini akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka akan mencatatkan diri sebagai manusia dengan jarak terbang terjauh dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa.
Keberhasilan Artemis 2 akan menjadi fondasi utama bagi misi Artemis 3 yang diproyeksikan meluncur pada 2028 dengan tujuan mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan seusai era Apollo berakhir setengah abad silam. NASA menegaskan bahwa meski jadwal mundur, prioritas utama tetaplah keselamatan para astronaut, karena dalam misi bersejarah ini, satu kegagalan komponen kecil dapat berdampak fatal pada seluruh pencapaian manusia di luar angkasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Penumpang Bandara YIA Bisa Naik DAMRI ke Sleman dan Jogja, Ini Jadwaln
- Haedar Nashir Soroti Reformasi Polri, Tekankan Pembenahan Internal
- Jangan Lewatkan, SIM Keliling Sleman Buka Sabtu Malam 21 Februari 2026
- Kekerasan Seksual di SLB Jogja, Guru Sementara Dipindah ke Disdikpora
- Ahli Gizi RSA UGM Sarankan Menu Rendah Kalori Saat Puasa
Advertisement
Advertisement







