Advertisement
MKBHD Pinjam Dealer demi Ulas Tesla Model Y
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Kreator teknologi dunia Marques Brownlee (MKBHD) mengaku komunikasi dengan Tesla membeku, hingga harus meminjam unit dealer untuk mengulas Tesla Model Y Performance pada Januari 2026.
Ketegangan hubungan antara MKBHD dan Tesla mencuat ke publik seusai ia menjual Tesla Cybertruck miliknya, menyusul kritik tajam soal jarak tempuh dan harga yang dinilai meleset dari janji awal peluncuran. Laporan Carcoops menyebut keputusan tersebut menjadi titik balik relasi keduanya.
Advertisement
Saat peluncuran Tesla Cybertruck pada akhir 2023, Marques Brownlee secara terbuka menyoroti sejumlah janji yang tidak terpenuhi. Seusai delapan bulan penggunaan, ia melepas kendaraan itu dan memilih mempertahankan Rivian R1T sebagai kendaraan listrik utamanya.
Langkah tersebut memicu reaksi dari sebagian pemegang saham Tesla di media sosial. Bahkan, Elon Musk diketahui berhenti mengikuti akun Brownlee di platform X. Sejak itu, Brownlee menyatakan tidak lagi mendapat respons dari pihak Tesla.
BACA JUGA
Dampaknya terasa ketika ia hendak mengulas Tesla Model Y pada Januari 2026. Tanpa dukungan pabrikan, Brownlee meminjam unit dari dealer di New Jersey, George Saliba, yang sebelumnya juga pernah meminjamkan Fisker Ocean untuk kebutuhan kontennya.
"Tesla berhenti berbicara dengan saya," ujar Brownlee dalam video TikTok saat mengambil kendaraan tersebut. Ia menegaskan situasi ini bukan karena dirinya sengaja memberikan ulasan negatif, melainkan tetap berpegang pada objektivitas. Padahal, praktik umum di industri otomotif menunjukkan produsen biasanya menyediakan unit uji coba bagi kreator besar selama beberapa hari.
Menariknya, ulasan Model Y Performance yang tayang di kanal Auto Focus pada pertengahan Januari 2026 tetap bernada positif. Brownlee memuji teknologi self-driving Tesla sebagai "yang terbaik" yang pernah ia coba. Ia juga menyebut layar sentral Tesla sebagai standar emas industri dan menilai sistem pengereman regeneratifnya masih unggul.
Namun, kritik tetap disampaikan terkait minimnya kontrol fisik serta mode sport yang dianggap kurang memberikan sensasi berkendara agresif. Brownlee juga menyoroti ketatnya persaingan dari merek seperti Lucid, Rivian, hingga General Motors yang mulai menggerus dominasi Tesla di pasar kendaraan listrik global.
Ketegangan semakin menguat seusai Brownlee membatalkan deposit US$50.000 untuk dua unit Tesla Roadster pada September 2025. Melalui podcast Waveform, ia mengkritik kebijakan perusahaan yang menahan dananya sejak 2017 tanpa kepastian produksi.
"Tesla telah menyimpan 50 ribu saya selama delapan tahun dan jelas tidak melakukan apa pun dengan uang itu," ujarnya.
Dana tersebut akhirnya dikembalikan setelah proses administrasi yang cukup panjang. Analis AInvest menilai dinamika ini mencerminkan friksi merek yang berpotensi memengaruhi citra premium Tesla, terutama di tengah sensitivitas valuasi saham terhadap sentimen publik global. Situasi komunikasi yang membeku antara MKBHD dan Tesla pun menjadi sorotan, mengingat pengaruh besar sang kreator dalam membentuk opini konsumen teknologi otomotif dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Harga Daging Ayam Naik Saat Ramadan, Stok di Bantul Tetap Aman
- Layanan BPJS Kesehatan Sleman Direncanakan Pindah ke MPP
- Jadwal SIM Kulonprogo Februari 2026, Cek Lokasi Layanan
- Penumpang Bandara YIA Bisa Naik DAMRI ke Sleman dan Jogja, Ini Jadwaln
- Haedar Nashir Soroti Reformasi Polri, Tekankan Pembenahan Internal
Advertisement
Advertisement








