Advertisement
Waspada Penipuan Digital Jelang THR, Ini Dua Modus yang Sering Terjadi
Ilustrasi penipuan. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.
Perusahaan penyedia identitas digital VIDA mencatat lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat periode pencairan THR.
Advertisement
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan momentum tersebut sering dimanfaatkan pelaku karena aktivitas transaksi masyarakat meningkat.
“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis,” kata Niki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
BACA JUGA
Menurutnya, pelaku memanfaatkan celah keamanan, rendahnya literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk menjalankan aksinya.
Dua Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai
Niki menyebut setidaknya ada dua modus penipuan digital yang sering muncul menjelang momen THR.
1. Phishing atau Smishing
Modus pertama adalah Phishing atau Smishing.
Metode ini dilakukan dengan mengirim pesan berisi tautan yang memancing korban untuk memasukkan data pribadi seperti:
Username
Password
Kode verifikasi atau One-Time Password (OTP)
Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, misalnya perusahaan logistik atau menawarkan promo Ramadan palsu.
Modus ini juga berkembang melalui teknik Fake BTS, yang memungkinkan pesan penipuan terkirim secara massal dan terlihat seperti berasal dari institusi resmi.
2. Malware Berkedok Aplikasi
Modus kedua adalah Malware yang biasanya dikirim dalam bentuk file APK.
Pelaku akan mengirim dokumen yang tampak penting, misalnya:
Status pengiriman paket
Undangan pernikahan
Dokumen administrasi tertentu
Jika korban mengunduh file tersebut, aplikasi berbahaya dapat terpasang otomatis di perangkat dan memungkinkan pelaku memantau gawai dari jarak jauh.
Dalam kondisi tersebut, pelaku bisa mengakses berbagai informasi sensitif, termasuk password dan data pribadi yang tersimpan di perangkat.
Jangan Hanya Mengandalkan Password
Menurut Niki, kedua modus tersebut memiliki pola yang sama, yakni berupaya memperoleh akses terhadap kredensial pengguna.
Karena itu, hanya mengandalkan password tidak lagi cukup untuk melindungi keamanan digital.
Ia menekankan pentingnya melindungi dua aspek utama, yaitu:
Perangkat digital seperti ponsel, tablet, atau laptop
Identitas biometrik yang kini menjadi kunci akses ke berbagai layanan penting, termasuk layanan keuangan
VIDA juga mendorong kampanye literasi digital #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima pesan digital.
Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi agar terhindar dari penipuan digital menjelang pencairan THR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Angka PHK Nasional Januari 2026 Turun Drastis Menjadi 359 Orang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dishub Bantul Siapkan Pos Pantau Mudik di Jalur Perbatasan Kulonprogo
- Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
- Mudik Bareng UMY 2026: Ratusan Mahasiswa Perantau Pulang Gratis
- JIFFINA 2026 Mengukuhkan Indonesia Jadi Pusat Produk Ramah Lingkungan
- Persiapan Ujian SMP, 14.000 Siswa Bantul Rampungkan Simulasi TKA-TKAD
Advertisement
Advertisement




