Advertisement
Jangan Asal Pilih, Ini 4 Jebakan Saat Beli Mobil Bekas
Aktivitas jual beli di showroom mobil bekas Putra Jambul Auto, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, milik Lilik Windiyanto, Minggu (12/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Membeli mobil bekas kerap menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan anggaran terbatas. Harga yang lebih rendah dibanding mobil baru membuat opsi ini terlihat menarik. Namun di balik itu, ada sejumlah risiko yang kerap diabaikan pembeli, terutama mereka yang baru pertama kali terjun ke pasar mobil bekas.
Dilansir dari Slash Gear, tanpa persiapan matang, pembelian mobil bekas justru bisa berubah menjadi beban finansial. Mulai dari kondisi kendaraan yang bermasalah hingga skema pembiayaan yang tidak menguntungkan, semua bisa berdampak pada pengeluaran jangka panjang.
Advertisement
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah minimnya riset harga dan riwayat kendaraan. Banyak calon pembeli langsung tertarik pada satu unit tanpa membandingkan harga pasar. Padahal, selisih harga bisa cukup signifikan untuk kondisi mobil yang serupa. Selain itu, riwayat kendaraan juga kerap diabaikan, seperti apakah mobil pernah mengalami kecelakaan besar, terendam banjir, atau digunakan sebagai kendaraan operasional berat seperti taksi dan rental.
Kesalahan berikutnya adalah melewatkan inspeksi menyeluruh dan uji jalan (test drive). Tampilan luar yang mulus sering kali menipu kondisi sebenarnya. Pemeriksaan mesin, sistem pengereman, hingga performa saat dikendarai menjadi hal krusial. Idealnya, pembeli melakukan test drive dalam berbagai kondisi jalan serta melibatkan mekanik profesional untuk memastikan kondisi kendaraan secara menyeluruh.
BACA JUGA
Ketiga, terlalu fokus pada cicilan bulanan tanpa menghitung total biaya. Penawaran cicilan ringan sering kali terlihat menarik, tetapi total pembayaran dalam jangka panjang bisa jauh lebih besar dari harga mobil. Biaya tambahan seperti bunga, administrasi, dan asuransi juga perlu diperhitungkan. Tanpa simulasi yang jelas, pembeli berisiko membayar lebih mahal dari nilai kendaraan itu sendiri.
Kesalahan keempat adalah keputusan yang didorong emosi. Ketertarikan pada model atau tampilan tertentu sering membuat pembeli mengabaikan aspek rasional. Dalam kondisi ini, penjual dapat memanfaatkan situasi dengan memberikan tekanan agar transaksi segera dilakukan. Karena itu, penting untuk membandingkan beberapa pilihan dan mempertimbangkan kebutuhan secara objektif.
Selain itu, pembeli juga perlu memperhatikan aspek tambahan seperti garansi dan riwayat servis. Keberadaan buku servis resmi dan jaminan dari penjual menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kendaraan. Tanpa itu, risiko mendapatkan mobil dengan perawatan buruk akan semakin besar.
Pada akhirnya, membeli mobil bekas bukan hanya soal harga murah, tetapi juga soal ketelitian dan kesabaran. Meluangkan waktu untuk riset, melakukan pengecekan menyeluruh, serta tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan dapat membantu menghindari kerugian di kemudian hari. Dengan langkah yang tepat, mobil bekas justru bisa menjadi pilihan ekonomis yang tetap aman dan nyaman digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Little Aresha, Sultan Tutup Semua Daycare Tak Berizin di DIY
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
Advertisement
Advertisement









