Advertisement

Oracle PHK Ribuan Karyawan, AI Disebut Gantikan Banyak Pekerjaan

Jumali
Kamis, 12 Maret 2026 - 08:57 WIB
Jumali
Oracle PHK Ribuan Karyawan, AI Disebut Gantikan Banyak Pekerjaan Foto ilutrasi artificial intelligence. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Perusahaan teknologi Oracle Corporation dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan serta membekukan proses perekrutan baru. Langkah ini terutama terjadi di divisi layanan cloud perusahaan.

Kebijakan tersebut diambil karena teknologi Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin efisien dalam menggantikan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.

Advertisement

Informasi mengenai PHK dan pembekuan rekrutmen ini pertama kali dilaporkan oleh media bisnis dan teknologi Bloomberg.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Oracle mulai mengurangi jumlah karyawan dan menunda perekrutan baru karena beberapa tugas telah dapat dijalankan secara otomatis menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Strategi Tekan Biaya dan Investasi AI

Langkah restrukturisasi ini juga berkaitan dengan upaya perusahaan menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan arus kas bebas (free cash flow) untuk mendukung investasi besar di bidang AI.

Pada kuartal terakhir, arus kas bebas Oracle tercatat minus sekitar 24,7 miliar dolar AS. Sejumlah analis memperkirakan kondisi arus kas negatif ini berpotensi berlangsung hingga sekitar tahun 2030.

Dalam pernyataan terkait laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026, Oracle mengakui bahwa pengurangan tenaga kerja sebagian dipicu oleh meningkatnya kemampuan AI dalam menghasilkan kode perangkat lunak.

“Model AI untuk menghasilkan kode komputer kini telah menjadi sangat efisien, sehingga kami merestrukturisasi tim pengembangan produk menjadi kelompok yang lebih kecil, lebih lincah, dan lebih produktif,” tulis Oracle yang dikutip dari Gizmodo.

“Teknologi baru AI Code Generation ini memungkinkan kami membangun lebih banyak perangkat lunak dalam waktu yang lebih singkat dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit,” lanjut pernyataan tersebut.

Pendapatan Tetap Tumbuh

Di tengah langkah restrukturisasi dan tekanan arus kas, kinerja bisnis Oracle justru masih mencatatkan pertumbuhan.

Dalam laporan kinerja kuartal ketiga tahun fiskal 2026 (Q3 FY26) yang dirilis Selasa (10/3/2026), Oracle melaporkan pendapatan kuartalan sebesar 17,2 miliar dolar AS.

Angka tersebut meningkat sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi analis pasar.

Pertumbuhan terbesar datang dari bisnis cloud. Pendapatan layanan cloud Oracle tercatat mencapai 8,9 miliar dolar AS, naik 44 persen secara tahunan.

Segmen cloud infrastructure atau IaaS (Infrastructure as a Service) mencatat lonjakan tertinggi dengan pendapatan 4,9 miliar dolar AS, meningkat hingga 84 persen.

Investasi Besar Infrastruktur AI

Meski melakukan PHK, Oracle justru meningkatkan investasi besar untuk memperkuat infrastruktur teknologi kecerdasan buatan, terutama pembangunan pusat data.

Perusahaan menargetkan belanja modal sekitar 50 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Investasi tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan komputasi cloud yang terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pelatihan dan operasional model AI yang berkembang pesat di berbagai industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sembilan Kepala Daerah Terjaring OTT, Ini Pesan KPK ke Masyarakat

Sembilan Kepala Daerah Terjaring OTT, Ini Pesan KPK ke Masyarakat

News
| Kamis, 12 Maret 2026, 11:27 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement