Advertisement
Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 20 Maret, Ini Penjelasan Pakar
Masjid At Taufiq Dusun Ngaran, Kalurahan Margokaton, Seyegan, Sleman kembali menggelar pawai obor dalam rangka malam takbir Hari Raya Idulfitri 2024, Selasa (9/4/2024). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perkiraan waktu perayaan Idulfitri 2026 mulai menjadi perhatian umat Muslim di berbagai negara. Berdasarkan analisis astronomi terbaru dari Emirates Astronomical Society di Uni Emirat Arab, terdapat potensi awal Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Meski demikian, kepastian tanggal Idulfitri tetap menunggu hasil pemantauan hilal yang dilakukan otoritas terkait di masing-masing negara. Penetapan resmi biasanya diputuskan melalui sidang penentuan awal Syawal setelah proses rukyat dilakukan.
Advertisement
Perkiraan tersebut disampaikan oleh Ketua Emirates Astronomical Society, Ibrahim Al Jarwan. Ia menjelaskan bahwa masa puasa Ramadan tahun ini diperkirakan berlangsung selama 30 hari karena posisi hilal kemungkinan belum memenuhi kriteria visibilitas pada hari ke-29 Ramadan.
"Idul Fitri dan hari pertama bulan Syawal kemungkinan akan jatuh pada Jumat, 20 Maret," ujar Al Jarwan sebagaimana dikutip dari laporan media The National.
BACA JUGA
Berdasarkan data astronomi, pada hari ke-29 Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Rabu, posisi hilal masih sulit diamati di sebagian besar wilayah negara Arab. Kondisi tersebut membuat bulan Ramadan berpotensi disempurnakan menjadi 30 hari atau dikenal dengan istilah istikmal.
Meskipun perhitungan astronomi telah dilakukan, komite pemantau hilal tetap dijadwalkan menggelar sidang observasi pada 18 Maret mendatang. Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada hari tersebut, maka 19 Maret dapat ditetapkan sebagai hari pertama Syawal. Namun apabila pengamatan tidak berhasil, maka Idulfitri diperkirakan jatuh pada 20 Maret sesuai dengan hasil perhitungan astronomi.
Secara ilmiah, visibilitas hilal harus memenuhi sejumlah parameter tertentu, seperti jarak sudut bulan terhadap matahari minimal enam derajat dan usia bulan sedikitnya 12 jam setelah konjungsi.
Perbedaan tanggal dalam kalender Hijriah sendiri dipengaruhi oleh sistem penanggalan berbasis peredaran bulan yang memiliki durasi sekitar 10 hingga 12 hari lebih pendek dibanding kalender Masehi. Di Uni Emirat Arab, pemerintah bahkan telah mengantisipasi masa libur panjang bagi sektor publik maupun swasta yang diproyeksikan berlangsung pada 19 hingga 22 Maret 2026.
Dengan demikian, umat Muslim di berbagai negara masih menunggu keputusan resmi dari otoritas masing-masing terkait penetapan Idulfitri 2026. Hasil pemantauan hilal dan sidang penentuan awal Syawal akan menjadi dasar utama dalam memastikan kapan Lebaran dirayakan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Siapkan Wisata Sungai, Pengerukan Dimulai Usai Lebaran
- DLHK DIY Siapkan Evakuasi 900 Ton Sampah Saat Lebaran 2026
- Kasus Campak Bantul Naik 17 Kasus, Banguntapan Tertinggi
- Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
- Cek Waktu Buka Puasa Jogja Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







