Pembangunan SR Karanggedong Temanggung Tetap Jalan, Kapasitas Capai 2.500 Siswa
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, BANDUNG—Tradisi mudik lintas provinsi dengan jarak tempuh ratusan kilometer memberikan beban kerja ekstra bagi kendaraan, tidak terkecuali mobil listrik (EV) dan hybrid. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para pemilik kendaraan elektrifikasi untuk melakukan pengecekan komponen khusus guna memastikan keamanan tetap terjaga setelah menempuh perjalanan jauh.
Menurut Yannes, mobil hybrid seperti jenis HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) memerlukan perhatian ganda. Selain pemeriksaan standar mobil konvensional pada bagian kaki-kaki, ban, dan rem, sistem kelistrikan serta pendinginan baterai menjadi poin krusial yang tidak boleh terlewatkan.
"Pada mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, seluruh pemeriksaan mobil konvensional tetap berlaku mulai dari ban, rem, hingga kaki-kaki, tetapi perlu tambahan perhatian pada sistem kelistrikan dan baterai," ujar Yannes saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Yannes menyarankan pemilik kendaraan untuk memeriksa kondisi aki 12V serta melakukan pemindaian (scanning) jika muncul indikator peringatan pada panel instrumen. Sistem pendinginan baterai, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di dalam kabin, juga wajib dicek karena debu dari kabin yang penuh penumpang selama mudik berpotensi menyumbat kinerja pendingin.
Selain itu, sistem pengereman mekanis pada mobil hybrid perlu dicermati. Rem konvensional sering kali bekerja lebih keras jika fitur regenerative braking tidak berjalan optimal selama perjalanan jauh. "Untuk PHEV, pastikan juga port charging dan kabel dalam kondisi bersih dan aman," tambahnya.
Sementara itu, bagi pemilik mobil listrik murni atau BEV (Battery Electric Vehicle), pemeriksaan area bawah kendaraan (underbody) menjadi prioritas utama. Bobot baterai yang berat membuat mobil lebih sensitif terhadap beban tambahan, sehingga ground clearance menurun dan memperbesar risiko benturan pada pelindung baterai saat melewati jalan bergelombang.
"Inspeksi underbody menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan," tegas Yannes.
Pakar ITB ini juga menekankan pentingnya mengecek sistem pendinginan baterai, terutama jika pengemudi sering menggunakan fitur fast charging selama perjalanan mudik. Kondisi ban pada BEV pun memerlukan perhatian ekstra karena cenderung lebih cepat aus akibat bobot kendaraan yang lebih berat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Terakhir, sistem pengereman pada mobil listrik harus dipastikan tidak berkarat atau seret. Karakter regenerative braking yang membuat rem fisik jarang digunakan justru meni
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.