Advertisement
OpenAI Raup Dana Jumbo, Valuasi Tembus Rp14.000 Triliun
Open AI / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—OpenAI mencetak sejarah baru setelah mengamankan pendanaan raksasa yang mendorong valuasi perusahaan menembus Rp14.000 triliun. Langkah ini mempertegas ambisi menguasai industri kecerdasan buatan global.
Suntikan dana dari investor kelas dunia seperti Amazon hingga Nvidia menjadi sinyal kuat bahwa persaingan teknologi AI memasuki babak baru yang semakin agresif.
Advertisement
OpenAI lewat laman resminya mengumumkan rampungnya putaran pendanaan terbaru senilai 122 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.000 triliun. Dana ini langsung mendorong valuasi perusahaan mencapai 852 miliar dolar AS atau lebih dari Rp14.000 triliun.
Lonjakan ini menunjukkan kepercayaan besar investor terhadap potensi teknologi AI yang terus berkembang pesat di berbagai sektor.
BACA JUGA
Sejumlah investor besar ikut terlibat dalam pendanaan ini. Amazon dikabarkan berkomitmen hingga 50 miliar dolar AS, sementara Nvidia dan SoftBank masing-masing menyumbang sekitar 30 miliar dolar AS.
Selain itu, firma modal ventura seperti Sequoia Capital, Thrive Capital, dan ARK Invest juga turut ambil bagian dalam pendanaan skala besar ini.
Dengan dukungan tersebut, OpenAI disebut semakin dekat menuju rencana penawaran saham perdana (IPO), meski belum ada jadwal resmi yang diumumkan.
Dana segar ini akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur, termasuk pembangunan pusat data dalam skala besar serta peningkatan kapasitas komputasi.
OpenAI bahkan menargetkan investasi infrastruktur hingga 600 miliar dolar AS sampai tahun 2030 guna mendukung lonjakan kebutuhan teknologi AI global.
Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan konsep “AI Superapp”, yakni platform terpadu yang menggabungkan berbagai layanan AI dalam satu aplikasi untuk meningkatkan efisiensi pengguna.
Pertumbuhan Pengguna dan Pendapatan Melejit
Dari sisi bisnis, OpenAI mencatat pertumbuhan signifikan dengan pendapatan mencapai sekitar 2 miliar dolar AS per bulan. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024.
Jumlah pengguna aktif mingguan juga telah menembus 900 juta, menunjukkan adopsi teknologi AI yang semakin luas di berbagai kalangan.
Segmen enterprise kini menyumbang lebih dari 40 persen pendapatan, menandakan bahwa perusahaan-perusahaan global mulai mengandalkan AI dalam operasional mereka.
Dengan fitur seperti Codex yang digunakan jutaan pengembang, teknologi AI generatif semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis modern, termasuk di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
- Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Advertisement
Advertisement









