Gibran Hadiahi Sepeda dan Alat Musik untuk Peserta Pesparawi di Papua
Gibran Rakabuming membagikan tiga sepeda dan dua alat musik kepada peserta Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat.
CEO OpenAI Sam Altman saat menghadiri Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit di San Francisco, California, Amerika Serikat, pada 16 November 2023. REUTERS/CARLOS BARRIA
Harianjogja.com, JAKARTA— CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik setelah perusahaannya gagal melaporkan aktivitas mencurigakan di ChatGPT yang terkait dengan pelaku penembakan massal di Tumbler Ridge.
Permintaan maaf ini muncul menyusul tragedi penembakan pada Februari 2026 yang menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk anak-anak, serta melukai puluhan lainnya.
Pelaku, Jesse Van Rootselaar (18), sebelumnya diketahui telah menggunakan ChatGPT untuk membahas skenario kekerasan. Aktivitas tersebut sempat terdeteksi oleh sistem internal OpenAI, bahkan memicu diskusi internal di antara karyawan terkait kemungkinan melaporkannya ke aparat. Namun, perusahaan memutuskan tidak meneruskan informasi tersebut karena dinilai belum memenuhi ambang ancaman yang “segera dan kredibel”.
Sebagai langkah awal, OpenAI hanya memblokir akun pelaku pada Juni 2025 karena melanggar kebijakan penggunaan terkait konten kekerasan.
Dalam surat yang dipublikasikan pada April 2026, Altman menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan tersebut. Ia mengakui bahwa perusahaan seharusnya mengambil langkah lebih jauh dengan memberi tahu aparat penegak hukum sebelum tragedi terjadi.
“Saya sangat menyesal karena kami tidak memberi tahu aparat penegak hukum,” tulis Altman dalam suratnya kepada warga Tumbler Ridge.
Altman juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri British Columbia, David Eby, serta pejabat lokal setempat. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Meski demikian, permintaan maaf tersebut menuai kritik. David Eby menilai langkah tersebut memang diperlukan, tetapi “tidak cukup” untuk menggambarkan besarnya kerugian yang dialami para korban dan keluarga mereka.
Kasus ini juga memicu tekanan hukum terhadap OpenAI. Salah satu keluarga korban bahkan telah mengajukan gugatan, menuding perusahaan lalai karena tidak melaporkan tanda-tanda ancaman yang sudah terdeteksi sebelumnya.
Di sisi lain, pemerintah Kanada mulai mendorong regulasi lebih ketat terhadap perusahaan teknologi, khususnya terkait tanggung jawab dalam mendeteksi dan melaporkan potensi ancaman kekerasan berbasis digital.
Menanggapi hal itu, Altman menegaskan komitmen OpenAI untuk memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah di berbagai negara. Perusahaan juga berjanji akan meninjau ulang standar pelaporan ancaman agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Tragedi ini menjadi titik balik penting dalam perdebatan global mengenai peran dan tanggung jawab perusahaan kecerdasan buatan, terutama dalam mencegah penyalahgunaan teknologi yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gibran Rakabuming membagikan tiga sepeda dan dua alat musik kepada peserta Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Papua Pegunungan didorong jadi pelindung hutan tropis dunia dengan 80 persen hutan masih terjaga baik.
Wapres Gibran tanam kakao unggulan di Papua Barat untuk dorong industri berkelanjutan dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah beri diskon transportasi hingga 100 persen saat libur sekolah 2026 untuk dorong mobilitas dan ekonomi.
Jerman menang dramatis 2-1 atas Pantai Gading dan memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
ARTJOG 2026 resmi dibuka di Jogja dengan tema lintas generasi dan hampir 200 pameran selama tiga bulan.