57 Persen Warga Alami Masalah Gigi, Edukasi Anak Dinilai Mendesak
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Praktisi dan Pemerhati Digital Motulz Anto membagikan kiat kepada para pelajar Indonesia agar tidak terjebak dengan zona nyaman dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Kiat ini agar pelajar tetap mampu mengembangkan kreativitasnya.
Lewat acara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertajuk Seminar Revolusi Kreatif Menghadirkan Imajinasi Manusia di Dunia Digital di Museum Penerangan TMII, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2025), Anto menyebutkan pelajar harus tetap mengandalkan kemampuan akalnya dalam memanfaatkan AI.
"Jadi para pelajar ini harus ingat yang namanya belajar itu boleh salah. Jangan takut untuk berbuat salah dalam mengerjakan tugas. AI jadi bahaya kalau pelajar terbiasa pakai AI supaya tidak salah. Supaya tidak terjebak dalam hal itu, maka belajarlah untuk berani mencoba," kata Motulz Anto.
Hal ini disampaikan Anto berkaca dari timbulnya pro-kontra penggunaan AI di kalangan pelajar yang terkesan mampu menciptakan ketergantungan untuk mengerjakan tugas. Padahal AI menurutnya hanya alat yang bisa berguna dengan arahan yang tepat dari pengguna.
Lewat acara yang diikuti oleh 160 pelajar dari empat institusi pendidikan dari Jabodetabek itu, Anto menyebutkan bahwa salah satu keunggulan akal manusia dibandingkan dengan AI ialah imajinasi.
Menurutnya, pelajar yang merupakan generasi muda memiliki banyak imajinasi yang apabila dituangkan dengan kreativitas yang tepat maka akan berguna menghasilkan karya dan hal itu tidak dimiliki AI.
BACA JUGA: Vitamin K Banyak Manfaatnya untuk Tubuh, Ini Jenis Makanannya
Anto juga berpendapat AI yang kini terkesan sangat pintar itu, pada dasarnya adalah teknologi yang dilatih dengan data dan semua data itu tentunya tidak bisa mengalahkan perkembangan imajinasi manusia.
Dengan demikian, ia optimistis pelajar masa kini yang fasih menggunakan teknologi seperti AI harusnya bisa dengan bijak memanfaatkan AI apalagi setelah memahami keunggulan imajinasi manusia dibandingkan dengan AI.
"Jadi perlu diingat kembali, AI adalah alat dan kita memiliki keunggulan perasaan yang dimiliki manusia dan juga pemikiran kita yang disebut imajinasi. Manusia diberikan anugerah imajinasi membayangkan yang sebelumnya tidak menjadi ada, beda dengan AI yang dilatih dengan database. Itulah kelebihan manusia," kata Anto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.