Tiga ASN Jayawijaya Ditembak, KemenHAM Minta Pelaku Dihukum
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Praktisi dan Pemerhati Digital Motulz Anto membagikan kiat kepada para pelajar Indonesia agar tidak terjebak dengan zona nyaman dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Kiat ini agar pelajar tetap mampu mengembangkan kreativitasnya.
Lewat acara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertajuk Seminar Revolusi Kreatif Menghadirkan Imajinasi Manusia di Dunia Digital di Museum Penerangan TMII, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2025), Anto menyebutkan pelajar harus tetap mengandalkan kemampuan akalnya dalam memanfaatkan AI.
"Jadi para pelajar ini harus ingat yang namanya belajar itu boleh salah. Jangan takut untuk berbuat salah dalam mengerjakan tugas. AI jadi bahaya kalau pelajar terbiasa pakai AI supaya tidak salah. Supaya tidak terjebak dalam hal itu, maka belajarlah untuk berani mencoba," kata Motulz Anto.
Hal ini disampaikan Anto berkaca dari timbulnya pro-kontra penggunaan AI di kalangan pelajar yang terkesan mampu menciptakan ketergantungan untuk mengerjakan tugas. Padahal AI menurutnya hanya alat yang bisa berguna dengan arahan yang tepat dari pengguna.
Lewat acara yang diikuti oleh 160 pelajar dari empat institusi pendidikan dari Jabodetabek itu, Anto menyebutkan bahwa salah satu keunggulan akal manusia dibandingkan dengan AI ialah imajinasi.
Menurutnya, pelajar yang merupakan generasi muda memiliki banyak imajinasi yang apabila dituangkan dengan kreativitas yang tepat maka akan berguna menghasilkan karya dan hal itu tidak dimiliki AI.
BACA JUGA: Vitamin K Banyak Manfaatnya untuk Tubuh, Ini Jenis Makanannya
Anto juga berpendapat AI yang kini terkesan sangat pintar itu, pada dasarnya adalah teknologi yang dilatih dengan data dan semua data itu tentunya tidak bisa mengalahkan perkembangan imajinasi manusia.
Dengan demikian, ia optimistis pelajar masa kini yang fasih menggunakan teknologi seperti AI harusnya bisa dengan bijak memanfaatkan AI apalagi setelah memahami keunggulan imajinasi manusia dibandingkan dengan AI.
"Jadi perlu diingat kembali, AI adalah alat dan kita memiliki keunggulan perasaan yang dimiliki manusia dan juga pemikiran kita yang disebut imajinasi. Manusia diberikan anugerah imajinasi membayangkan yang sebelumnya tidak menjadi ada, beda dengan AI yang dilatih dengan database. Itulah kelebihan manusia," kata Anto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.