BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekhawatiran pemilik mobil listrik terkait kebiasaan mengisi daya atau ngecas semalaman ternyata tidak sepenuhnya berdasar, karena teknologi kendaraan listrik modern telah dilengkapi sistem pengaman otomatis yang memastikan proses pengisian berhenti saat baterai penuh.
Selain itu, sejumlah studi juga menunjukkan bahwa pengisian daya lambat di rumah justru lebih ramah terhadap kesehatan baterai dibandingkan penggunaan fast charging secara berulang di stasiun pengisian publik.
Mobil listrik saat ini telah dibekali Battery Management System (BMS) yang berfungsi memantau seluruh proses pengisian daya secara real time, mulai dari suhu, tegangan, hingga kapasitas baterai. Sistem ini secara otomatis akan menghentikan aliran listrik ketika baterai mencapai level penuh, sehingga risiko overcharge dapat diminimalkan.
Pada beberapa kondisi, sistem juga dapat melakukan pengisian kecil secara berkala untuk menjaga kestabilan tegangan, namun tetap dalam batas aman yang ditentukan pabrikan. Tidak hanya kendaraan, perangkat pengisian atau Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) juga memiliki sistem keamanan berlapis seperti deteksi gangguan arus, suhu, hingga pemutus otomatis jika terjadi anomali.
Dari sisi risiko, kekhawatiran kebakaran saat pengisian daya di rumah dinilai relatif rendah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Sebagian besar insiden pada mobil listrik umumnya terjadi akibat kecelakaan berat atau masalah produksi yang sangat jarang.
Sementara itu, studi Geotab yang menganalisis lebih dari 22.700 kendaraan listrik dari berbagai merek menunjukkan bahwa laju degradasi baterai rata-rata berada di kisaran 2,3 persen per tahun. Angka tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan fast charging yang cenderung mempercepat penurunan kapasitas baterai dibanding pengisian lambat di rumah.
Data tersebut memperlihatkan bahwa slow charging di rumah memiliki tingkat degradasi lebih rendah, yakni sekitar 1,5 persen per tahun, dibanding fast charging DC yang bisa mencapai sekitar 3 persen per tahun. Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan mengisi daya semalaman justru lebih ideal untuk menjaga umur baterai dalam jangka panjang.
Namun demikian, penggunaan sehari-hari tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting seperti tidak selalu mengisi hingga 100 persen, menggunakan charger bersertifikat, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan sesuai standar.
Fitur tambahan seperti scheduled charging juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur waktu pengisian agar lebih efisien dan menjaga kondisi baterai tetap optimal saat digunakan. Dengan sistem keamanan yang sudah terintegrasi dan kebiasaan pengisian yang tepat, mobil listrik dapat dioperasikan dengan aman tanpa perlu kekhawatiran berlebihan saat dicolokkan sepanjang malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.