Sanksi FIFA Dicabut, Persib Kini Bebas Daftarkan Pemain Baru
Persib Bandung resmi bebas dari sanksi registrasi pemain FIFA. Maung Bandung kini bisa mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekhawatiran pemilik mobil listrik terkait kebiasaan mengisi daya atau ngecas semalaman ternyata tidak sepenuhnya berdasar, karena teknologi kendaraan listrik modern telah dilengkapi sistem pengaman otomatis yang memastikan proses pengisian berhenti saat baterai penuh.
Selain itu, sejumlah studi juga menunjukkan bahwa pengisian daya lambat di rumah justru lebih ramah terhadap kesehatan baterai dibandingkan penggunaan fast charging secara berulang di stasiun pengisian publik.
Mobil listrik saat ini telah dibekali Battery Management System (BMS) yang berfungsi memantau seluruh proses pengisian daya secara real time, mulai dari suhu, tegangan, hingga kapasitas baterai. Sistem ini secara otomatis akan menghentikan aliran listrik ketika baterai mencapai level penuh, sehingga risiko overcharge dapat diminimalkan.
Pada beberapa kondisi, sistem juga dapat melakukan pengisian kecil secara berkala untuk menjaga kestabilan tegangan, namun tetap dalam batas aman yang ditentukan pabrikan. Tidak hanya kendaraan, perangkat pengisian atau Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) juga memiliki sistem keamanan berlapis seperti deteksi gangguan arus, suhu, hingga pemutus otomatis jika terjadi anomali.
Dari sisi risiko, kekhawatiran kebakaran saat pengisian daya di rumah dinilai relatif rendah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Sebagian besar insiden pada mobil listrik umumnya terjadi akibat kecelakaan berat atau masalah produksi yang sangat jarang.
Sementara itu, studi Geotab yang menganalisis lebih dari 22.700 kendaraan listrik dari berbagai merek menunjukkan bahwa laju degradasi baterai rata-rata berada di kisaran 2,3 persen per tahun. Angka tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan fast charging yang cenderung mempercepat penurunan kapasitas baterai dibanding pengisian lambat di rumah.
Data tersebut memperlihatkan bahwa slow charging di rumah memiliki tingkat degradasi lebih rendah, yakni sekitar 1,5 persen per tahun, dibanding fast charging DC yang bisa mencapai sekitar 3 persen per tahun. Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan mengisi daya semalaman justru lebih ideal untuk menjaga umur baterai dalam jangka panjang.
Namun demikian, penggunaan sehari-hari tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting seperti tidak selalu mengisi hingga 100 persen, menggunakan charger bersertifikat, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan sesuai standar.
Fitur tambahan seperti scheduled charging juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur waktu pengisian agar lebih efisien dan menjaga kondisi baterai tetap optimal saat digunakan. Dengan sistem keamanan yang sudah terintegrasi dan kebiasaan pengisian yang tepat, mobil listrik dapat dioperasikan dengan aman tanpa perlu kekhawatiran berlebihan saat dicolokkan sepanjang malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung resmi bebas dari sanksi registrasi pemain FIFA. Maung Bandung kini bisa mendaftarkan pemain baru untuk musim 2026-2027.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Jumat 24 Juli 2026, berangkat mulai pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif tetap Rp8.000.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.