Distribusi Pupuk Subsidi di Kulonprogo Diawasi Ketat Polisi
Polres Kulonprogo memperketat pengawasan pupuk subsidi untuk mencegah penyelewengan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekhawatiran pemilik mobil listrik terkait kebiasaan mengisi daya atau ngecas semalaman ternyata tidak sepenuhnya berdasar, karena teknologi kendaraan listrik modern telah dilengkapi sistem pengaman otomatis yang memastikan proses pengisian berhenti saat baterai penuh.
Selain itu, sejumlah studi juga menunjukkan bahwa pengisian daya lambat di rumah justru lebih ramah terhadap kesehatan baterai dibandingkan penggunaan fast charging secara berulang di stasiun pengisian publik.
Mobil listrik saat ini telah dibekali Battery Management System (BMS) yang berfungsi memantau seluruh proses pengisian daya secara real time, mulai dari suhu, tegangan, hingga kapasitas baterai. Sistem ini secara otomatis akan menghentikan aliran listrik ketika baterai mencapai level penuh, sehingga risiko overcharge dapat diminimalkan.
Pada beberapa kondisi, sistem juga dapat melakukan pengisian kecil secara berkala untuk menjaga kestabilan tegangan, namun tetap dalam batas aman yang ditentukan pabrikan. Tidak hanya kendaraan, perangkat pengisian atau Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) juga memiliki sistem keamanan berlapis seperti deteksi gangguan arus, suhu, hingga pemutus otomatis jika terjadi anomali.
Dari sisi risiko, kekhawatiran kebakaran saat pengisian daya di rumah dinilai relatif rendah jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Sebagian besar insiden pada mobil listrik umumnya terjadi akibat kecelakaan berat atau masalah produksi yang sangat jarang.
Sementara itu, studi Geotab yang menganalisis lebih dari 22.700 kendaraan listrik dari berbagai merek menunjukkan bahwa laju degradasi baterai rata-rata berada di kisaran 2,3 persen per tahun. Angka tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan fast charging yang cenderung mempercepat penurunan kapasitas baterai dibanding pengisian lambat di rumah.
Data tersebut memperlihatkan bahwa slow charging di rumah memiliki tingkat degradasi lebih rendah, yakni sekitar 1,5 persen per tahun, dibanding fast charging DC yang bisa mencapai sekitar 3 persen per tahun. Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan mengisi daya semalaman justru lebih ideal untuk menjaga umur baterai dalam jangka panjang.
Namun demikian, penggunaan sehari-hari tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting seperti tidak selalu mengisi hingga 100 persen, menggunakan charger bersertifikat, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan sesuai standar.
Fitur tambahan seperti scheduled charging juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur waktu pengisian agar lebih efisien dan menjaga kondisi baterai tetap optimal saat digunakan. Dengan sistem keamanan yang sudah terintegrasi dan kebiasaan pengisian yang tepat, mobil listrik dapat dioperasikan dengan aman tanpa perlu kekhawatiran berlebihan saat dicolokkan sepanjang malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo memperketat pengawasan pupuk subsidi untuk mencegah penyelewengan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Trik aluminium foil di router WiFi memang bisa mengarahkan sinyal, tetapi tidak menambah kecepatan internet secara signifikan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.