Google Matikan Gemini untuk Pelajar Secara Default, Ini Alasannya

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 09:17 WIB
Google Matikan Gemini untuk Pelajar Secara Default, Ini Alasannya

AI Gemini milik Google. - ist/Google

Harianjogja.com, JOGJA—Google mengubah pengaturan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk akun pelajar tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Mulai dari Gemini hingga Google Search, seluruh layanan tersebut akan dinonaktifkan secara default sampai administrator sekolah memberikan izin untuk mengaktifkannya.

Kebijakan ini menjadi respons Google terhadap kritik dari pendidik, orang tua, dan sejumlah pembuat kebijakan yang mempersoalkan penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Mereka khawatir kemudahan akses teknologi tersebut justru membuat siswa mencari jalan pintas dalam mengerjakan tugas, alih-alih memahami materi pelajaran.

Perubahan tersebut mencakup Gemini, Gemini Notebook, Gemini di Google Classroom, serta Google Search. Google menyatakan pengaturan baru akan diterapkan secara global, dimulai dari Amerika Serikat (AS). Namun, perusahaan belum menetapkan tanggal pasti penerapan di negara-negara lain.

Artinya, siswa tidak otomatis memperoleh akses ke layanan AI tersebut melalui akun sekolah. Administrator harus menentukan layanan mana yang boleh digunakan sesuai kebijakan masing-masing institusi pendidikan.

Google Hadapi Kritik atas Penggunaan AI di Sekolah

Google memiliki posisi besar dalam ekosistem teknologi pendidikan di AS. Layanan seperti Gmail, Google Docs, dan Google Classroom telah digunakan secara luas oleh sekolah, sementara Chromebook menjadi salah satu perangkat yang banyak dibagikan kepada siswa.

Jangkauan Google Classroom juga melampaui pasar AS. Lebih dari 150 juta pelajar di berbagai negara tercatat menggunakan platform tersebut. Besarnya jumlah pengguna membuat setiap perubahan kebijakan Google berpotensi memengaruhi kegiatan belajar di banyak institusi pendidikan.

Sorotan terhadap perusahaan meningkat setelah sejumlah senator AS, Richard Blumenthal dan Josh Hawley, mengirim surat kepada Google pada bulan sebelumnya. Mereka mempertanyakan keputusan perusahaan yang sebelumnya menjadikan sejumlah fitur AI sebagai pengaturan bawaan pada perangkat sekolah.

Kritik juga disampaikan Wali Kota New York City Zohran Mamdani melalui akun X. Ia menilai posisi dominan Google dalam layanan teknologi pendidikan tidak seharusnya digunakan untuk mendorong sekolah mengadopsi AI.

"Tidak ada perusahaan yang memiliki kekuatan untuk mendikte bagaimana kita mengajar anak-anak kita," tulis Zohran Mamdani di platform X.

Sekolah Tak Bisa Mengakses Google Search Tanpa Fitur AI

Perubahan pengaturan tersebut menyisakan persoalan lain bagi sekolah yang ingin membatasi penggunaan AI. Google menjelaskan bahwa layanan pencariannya telah terintegrasi erat dengan teknologi kecerdasan buatan.

Wakil Presiden Google untuk Pendidikan, Chris Phillips, menjelaskan kepada The New York Times bahwa Search dan AI sudah terhubung secara mendalam. Konsekuensinya, sekolah yang menonaktifkan akses Search juga tidak dapat menyediakan mesin pencari Google kepada siswa melalui akun tersebut.

"Search dan AI terintegrasi secara mendalam," ungkap Chris Phillips.

Phillips menjelaskan siswa akan melihat pemberitahuan dari sekolah apabila layanan pencarian tidak tersedia. Dengan demikian, sekolah yang ingin mempertahankan akses Google Search harus menerima fitur AI yang menyertainya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena mesin pencari merupakan salah satu sarana yang digunakan siswa untuk mencari referensi, mengumpulkan informasi, dan mengerjakan tugas. Sekolah yang ingin membatasi AI perlu mempertimbangkan konsekuensi terhadap akses pencarian tersebut.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, Google membuka akses chatbot Gemini di Google Classroom bagi siswa dari berbagai kelompok usia. Fitur tersebut menyediakan panduan awal yang disesuaikan dengan kelas dan tugas, termasuk bantuan belajar, panduan materi, kuis latihan, serta kartu kilat atau flashcards yang dibuat dari bahan pembelajaran.

Fitur tersebut aktif secara otomatis pada sekolah yang sebelumnya telah mengaktifkan Gemini. Pengaturan inilah yang kemudian menuai kritik karena sebagian pihak menilai sekolah perlu memiliki kendali lebih besar atas penggunaan AI oleh siswa.

New York dan Los Angeles Batasi AI di Sekolah

Sebelum Google mengumumkan perubahan terbaru, sejumlah distrik sekolah di AS telah mengambil langkah untuk membatasi penggunaan perangkat berbasis AI. Pada September 2026, New York dan Los Angeles mengumumkan rencana pembatasan akses terhadap sejumlah alat AI di perangkat sekolah.

Juru bicara Distrik Sekolah Bersatu Los Angeles atau Los Angeles Unified School District mengatakan pihaknya sedang mempelajari kebijakan terbaru Google dan kemungkinan dampaknya terhadap sekolah, tenaga pendidik, serta siswa.

"Kami sedang meninjau pengumuman Google dan potensi implikasinya bagi sekolah, pendidik, dan siswa," ujar juru bicara tersebut.

Distrik itu tidak sepenuhnya menolak penggunaan teknologi AI dalam pendidikan. Mereka menilai AI dapat membantu proses belajar dan mengajar apabila diterapkan secara hati-hati serta dilengkapi perlindungan yang memadai.

Pihak sekolah juga menekankan bahwa teknologi harus mendukung pekerjaan guru, bukan menggantikannya. Perlindungan privasi siswa turut menjadi salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi di lingkungan pendidikan.

Google, melalui pernyataan di akun X pada Selasa (3/11/2026), menyebut perubahan pengaturan tersebut sebagai upaya memberikan lebih banyak pilihan kepada sekolah. Perusahaan mengklaim kebijakan baru dibuat setelah mendengar masukan dari para pendidik yang menginginkan kendali lebih besar terhadap penggunaan AI.

"Kami tahu ada kekhawatiran tentang siswa yang menggunakan AI untuk jalan pintas pekerjaan rumah, dan pihak sekolah telah memberi tahu kami bahwa mereka menginginkan kontrol," tulis Google dalam pernyataannya.

Google juga menyatakan akan terus berkomunikasi dengan pendidik untuk mengembangkan layanan yang dapat mendukung proses pembelajaran. Sementara itu, sekolah perlu menimbang pilihan pengaturan yang tersedia, terutama karena penggunaan Google Search tetap berkaitan dengan fitur AI di dalamnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online