Paramount Skydance Kuasai Warner Bros, Ini Dampaknya
Paramount Skydance resmi menguasai Warner Bros. Discovery senilai USD110 miliar. Harry Potter hingga HBO Max kini satu grup.
Kantor Samsung di Seoul Korea Selatan - Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Ledakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI) mulai terlihat jelas pada kinerja Samsung Electronics. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu memperkirakan laba operasional kuartal III 2026 mencapai 107,4 triliun won atau sekitar US$80,2 miliar, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Untuk pertama kalinya, laba operasional Samsung dalam satu kuartal diperkirakan menembus 100 triliun won. Kenaikan tersebut terutama didorong lonjakan permintaan cip memori yang digunakan untuk menopang perkembangan teknologi AI.
Dilansir dari CNBC, Kamis (8/10/2026), laba operasional Samsung pada kuartal III 2026 diproyeksikan melonjak 782 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 195 triliun won atau meningkat hampir 127 persen secara tahunan.
Lonjakan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan industri teknologi terhadap komponen memori. Bagi Samsung, kondisi itu menjadi pendorong utama bisnis semikonduktor ketika perusahaan-perusahaan teknologi terus meningkatkan investasi untuk membangun infrastruktur AI.
Cip memori menjadi salah satu komponen penting dalam sistem AI karena berfungsi menyimpan dan memproses data dalam jumlah besar. Ketika penggunaan AI berkembang, kebutuhan terhadap memori ikut meningkat, termasuk untuk teknologi yang menjalankan layanan AI dengan kemampuan lebih kompleks.
Analis utama kawasan Asia-Pasifik di platform investasi eToro, Josh Gilbert, mengatakan permintaan cip memori masih memperoleh dorongan kuat dari besarnya belanja AI. Pada saat yang sama, pasokan memori masih terbatas sehingga kondisi tersebut ikut menopang kinerja perusahaan seperti Samsung.
Perkembangan teknologi AI juga membuat kebutuhan memori semakin besar. Salah satu pendorongnya adalah penggunaan agen AI yang dapat mengonsumsi memori jauh lebih banyak dibandingkan chatbot yang hanya memberikan jawaban atas satu pertanyaan.
“Pembeli memori juga mulai berkomitmen melalui perjanjian pasokan multiyears, sehingga memberikan Samsung visibilitas permintaan yang lebih besar dalam bisnis yang selama ini membuat investor selalu khawatir terhadap potensi penurunan pada siklus berikutnya,” kata Gilbert.
Kontrak pasokan dalam jangka panjang tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan memori yang lebih terukur bagi Samsung. Kondisi itu berlangsung ketika investasi AI terus mendorong permintaan terhadap produk memori.
Kinerja Samsung pada kuartal II 2026 sebelumnya juga sudah menunjukkan kuatnya bisnis tersebut. Perusahaan membukukan pendapatan 171,5 triliun won dan laba operasional 89,5 triliun won, yang saat itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Samsung.
Bisnis memori menjadi salah satu penopang utama pencapaian pada kuartal tersebut. Memasuki kuartal III, peningkatan kebutuhan cip untuk infrastruktur AI kemudian kembali menjadi faktor penting dalam proyeksi kinerja Samsung.
Rekor laba Samsung tidak otomatis membuat saham perusahaan ikut menguat. Dalam naskah sumber, saham Samsung disebut turun 0,7 persen pada perdagangan Kamis pagi, meskipun perusahaan memperkirakan laba operasional menembus rekor baru.
Pergerakan saham tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi pasar terhadap perusahaan yang menjadi salah satu pemain utama dalam bisnis cip memori. Rekor laba saja dinilai belum cukup ketika investor sudah memasang ekspektasi tinggi terhadap perusahaan yang diuntungkan oleh perkembangan AI.
“Samsung mencatat rekor laba dan masih gagal memenuhi ekspektasi. Ini menunjukkan betapa tingginya tuntutan dari perdagangan terkait AI saat ini,” kata Josh Gilbert, analis utama untuk kawasan Asia-Pasifik di platform investasi eToro.
“Ketika ekspektasi terhadap produsen memori begitu tinggi, pasar tidak memberikan penghargaan hanya karena upaya yang dilakukan,” ujarnya.
Dengan demikian, lonjakan laba Samsung juga memperlihatkan bagaimana perkembangan AI mengubah standar pasar terhadap perusahaan semikonduktor. Kinerja yang secara nominal mencetak rekor tetap dibandingkan dengan ekspektasi investor terhadap seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari ledakan kebutuhan AI.
Di tengah meningkatnya kebutuhan cip untuk AI, Samsung juga memperkuat investasi dan kemitraan yang berkaitan dengan teknologi tersebut. Langkah ini tidak hanya menyasar penjualan produk memori, tetapi juga penggunaan AI dalam kegiatan bisnis semikonduktor perusahaan.
Pada September 2026, Samsung mengumumkan kemitraan strategis dengan startup AI asal Perancis, Mistral AI. Melalui kerja sama tersebut, Samsung berencana menerapkan model AI milik Mistral AI dalam operasional semikonduktornya.
Kemitraan itu menjadi bagian dari upaya Samsung memanfaatkan perkembangan AI dalam bisnis cipnya. Perusahaan sebelumnya juga memperoleh keuntungan dari meningkatnya kebutuhan terhadap memori yang digunakan untuk menjalankan berbagai sistem AI.
Kinerja bisnis semikonduktor menjadi semakin penting karena kebutuhan terhadap cip terus meningkat seiring bertambahnya investasi AI. Dalam kondisi pasokan yang masih terbatas, peningkatan permintaan tersebut memberikan tekanan sekaligus peluang bagi produsen memori.
Angka 107,4 triliun won yang diumumkan Samsung masih merupakan proyeksi atau hasil awal untuk kinerja kuartal III 2026. Rincian kinerja setiap divisi bisnis perusahaan belum disampaikan dalam angka tersebut.
Samsung dijadwalkan merilis laporan keuangan lengkap kuartal III 2026 pada akhir Oktober. Laporan itu akan memberikan rincian kinerja berdasarkan masing-masing divisi bisnis perusahaan.
Bagi bisnis semikonduktor Samsung, laporan lengkap tersebut akan menjadi informasi penting untuk melihat kontribusi masing-masing lini terhadap rekor laba kuartal III. Sementara itu, perkembangan permintaan cip memori untuk AI tetap menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan dalam kinerja perusahaan.
Proyeksi laba operasional sebesar 107,4 triliun won menempatkan Samsung pada capaian baru setelah rekor 89,5 triliun won pada kuartal II 2026. Lonjakan tersebut berlangsung ketika kebutuhan cip memori terus mengikuti perkembangan teknologi AI dan investasi infrastruktur yang menopang penggunaannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paramount Skydance resmi menguasai Warner Bros. Discovery senilai USD110 miliar. Harry Potter hingga HBO Max kini satu grup.
Prabowo menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberi manfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Lionel Messi mendapat Doctor Honoris Causa dari UBA tanpa kuliah doktoral. Ini alasan dan prestasi yang membuatnya menerima gelar kehormatan.
BSU 2026 disiapkan untuk 13,3 juta pekerja dengan total Rp900.000. Simak syarat penerima dan cara cek BSU melalui laman Kemnaker.
Maximo Quiles punya tiga skenario untuk mengunci gelar Moto3 2026 di Mandalika. Simak syarat juara dan posisi David Almansa.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.