Fitur Keamanan WhatsApp untuk Anak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Jumali
Jumali Jum'at, 16 Oktober 2026 17:57 WIB
Fitur Keamanan WhatsApp untuk Anak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi Whatsapp - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Orang tua kini dapat mendampingi penggunaan WhatsApp oleh remaja melalui fitur kontrol orang tua (parental controls) yang memungkinkan pengaturan privasi, akses ke sejumlah fitur, dan pemberitahuan aktivitas akun. Fitur ini membantu keluarga meningkatkan keamanan digital tanpa membuka isi pesan pribadi yang tetap dilindungi enkripsi end-to-end.

Melalui kontrol tersebut, orang tua dapat mengatur siapa yang bisa melihat Status anak, membatasi Saluran atau Channels yang dapat diikuti, serta memilih pengalaman penggunaan Meta AI. Orang tua juga bisa menerima pemberitahuan tentang aktivitas tertentu, seperti ketika remaja bergabung dengan grup atau menambahkan kontak baru.

Namun, ketersediaan fitur ini masih dilakukan secara bertahap dan mungkin belum tersedia di semua wilayah. WhatsApp juga menegaskan bahwa penggunaan kontrol orang tua bersifat opsional dan memerlukan penautan akun orang tua atau wali dengan akun remaja.

1. Mengatur Siapa yang Bisa Menambahkan Remaja ke Grup

Grup WhatsApp dapat menjadi sarana komunikasi untuk sekolah, pertemanan, maupun kegiatan lain. Namun, remaja juga berpotensi dimasukkan ke grup yang tidak dikenal atau tidak diinginkan.

Pengaturan privasi grup membantu membatasi siapa yang dapat menambahkan akun remaja ke grup. Orang tua dapat mendampingi anak menentukan pengaturan yang sesuai agar interaksi di grup lebih terkendali. WhatsApp juga menyediakan pengaturan untuk membatasi penambahan anggota melalui menu privasi grup.

2. Membatasi Akses ke WhatsApp Channels

WhatsApp Channels atau Saluran memungkinkan pengguna mengikuti informasi dari berbagai sumber. Melalui kontrol orang tua, akses remaja ke fitur ini dapat diatur sesuai kebutuhan keluarga.

WhatsApp menyediakan pilihan agar remaja dapat mengikuti semua Saluran, hanya Saluran yang disetujui orang tua, atau tidak mengakses Saluran sama sekali. Orang tua juga dapat membatasi kemampuan anak membuat Saluran sendiri. Pengaturan ini membantu keluarga menentukan batas paparan terhadap konten publik.

3. Mengatur Penggunaan Meta AI

Integrasi Meta AI menghadirkan pilihan bagi pengguna untuk berinteraksi dengan asisten berbasis kecerdasan buatan di WhatsApp. Bagi orang tua, pengaturan ini dapat menjadi bagian dari pendampingan agar remaja menggunakan teknologi secara bijak.

WhatsApp menyediakan pilihan pengalaman Meta AI standar dan terbatas. Pilihan terbatas dirancang untuk membatasi topik yang dapat dibahas remaja dengan Meta AI. Pengaturan tersebut dapat diubah melalui menu kontrol orang tua menggunakan PIN yang ditetapkan.

4. Mengatur Privasi Status WhatsApp

Status WhatsApp dapat memuat foto, video, maupun informasi tentang aktivitas sehari-hari. Karena itu, pengaturan audiens penting agar informasi yang dibagikan tidak dilihat oleh orang yang tidak diinginkan.

Orang tua dapat membantu mengatur siapa yang bisa melihat Status remaja dan Status siapa yang dapat dilihat oleh remaja. Pilihannya mencakup seluruh kontak, kontak tertentu yang dikecualikan, kontak pilihan, atau tidak menampilkan Status kepada siapa pun.

5. Menerima Pemberitahuan Aktivitas Akun

Kontrol orang tua juga menyediakan informasi mengenai sejumlah aktivitas akun remaja. Pemberitahuan yang tersedia dapat mencakup aktivitas seperti penambahan kontak, permintaan pesan dari nomor yang tidak dikenal, serta ketika remaja membuat atau bergabung dengan grup.

Orang tua dapat meninjau aktivitas tertentu melalui menu kontrol orang tua dan menyesuaikan beberapa jenis pemberitahuan. Fitur ini memberikan gambaran tentang aktivitas akun tanpa harus membaca isi percakapan pribadi.

Cara Mengaktifkan Kontrol Orang Tua di WhatsApp

Untuk menggunakan fitur kontrol orang tua bagi remaja, akun orang tua atau wali perlu ditautkan dengan akun remaja. WhatsApp menyediakan langkah pengaturan melalui menu khusus di aplikasi.

Secara umum, langkah awalnya sebagai berikut:

  1. Buka WhatsApp di ponsel remaja.

  2. Masuk ke menu Setelan (Settings), lalu pilih Kontrol orang tua (Parental controls) jika fitur sudah tersedia.

  3. Konfirmasikan tanggal lahir remaja sesuai petunjuk aplikasi.

  4. Ikuti instruksi untuk menautkan akun orang tua atau wali.

  5. Atur PIN orang tua dan sesuaikan pilihan privasi serta akses fitur yang tersedia.

Tampilan dan ketersediaan menu dapat berbeda bergantung pada versi aplikasi dan tahap peluncuran fitur. Jika menu kontrol orang tua belum muncul, periksa pembaruan WhatsApp dan pantau informasi resmi dari WhatsApp.

Privasi Pesan Tetap Dilindungi

Kontrol orang tua bukan berarti orang tua dapat membaca semua percakapan anak. WhatsApp menyatakan bahwa pesan dan panggilan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, isi komunikasi hanya dapat dibaca atau didengar oleh pihak yang berkomunikasi, bukan oleh orang tua melalui fitur kontrol tersebut maupun oleh WhatsApp.

Karena itu, penggunaan fitur keamanan sebaiknya disertai komunikasi terbuka antara orang tua dan remaja. Diskusikan pengaturan yang diterapkan, alasan pembatasan, serta cara menghadapi pesan mencurigakan atau interaksi yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Kontrol orang tua dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan digital yang lebih aman. Namun, pendampingan, pemahaman tentang privasi, dan kepercayaan dalam keluarga tetap penting agar remaja dapat belajar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online