Cara Merawat Baterai Motor Listrik, Jangan Biarkan Kosong

Jumali
Jumali Senin, 19 Oktober 2026 11:37 WIB
Cara Merawat Baterai Motor Listrik, Jangan Biarkan Kosong

Motor listrik Viper dari VInFast. (ANTARA/VinFast Indonesia)\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Perawatan baterai menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kinerja motor listrik. Kebiasaan mengisi daya, kebersihan konektor, penggunaan pengisi daya yang sesuai, hingga cara menyimpan baterai ketika kendaraan tidak digunakan perlu diperhatikan agar kondisinya tetap terjaga.

PT Indomobil Emotor Internasional membagikan panduan perawatan baterai untuk pengguna Indomobil eMotor. Panduan tersebut mencakup pengelolaan daya baterai, pemeriksaan kondisi fisik, serta langkah pencegahan untuk menghindari kerusakan.

 Tips Merawat Baterai Motor Listrik

1. Jangan biarkan daya baterai kosong terlalu lama

Pengguna disarankan tidak membiarkan baterai berada pada kondisi daya 0% selama lebih dari 24 jam. Jika motor listrik tidak digunakan dalam waktu lama, kondisi daya baterai perlu diperiksa secara berkala.

Untuk penyimpanan jangka panjang, pengisian daya hingga sekitar 80% setidaknya setiap dua bulan dapat dilakukan sesuai panduan perawatan yang berlaku. Pengguna sebaiknya tetap mengikuti petunjuk khusus untuk tipe baterai dan kendaraan masing-masing.

2. Periksa kebersihan konektor baterai

Konektor, kabel utama, dan soket baterai perlu dijaga kebersihan serta kondisinya. Pastikan sambungan terpasang dengan benar sesuai petunjuk penggunaan dan tidak dipenuhi debu atau kotoran.

Pemeriksaan harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan. Hindari membongkar konektor atau menangani bagian kelistrikan yang membutuhkan keahlian teknis apabila tidak memiliki kompetensi yang sesuai.

3. Simpan baterai di tempat kering

Ketika tidak digunakan, baterai perlu disimpan secara vertikal sesuai petunjuk produk. Pilih area yang kering dan terlindung dari air agar kondisi fisik baterai tetap terjaga.

Pengguna juga perlu menghindari benturan keras, menjatuhkan, membanting, menindih, atau menekan baterai. Tindakan tersebut berpotensi merusak casing maupun komponen internal.

4. Gunakan charger sesuai rekomendasi pabrikan

Pengisian daya sebaiknya menggunakan charger yang direkomendasikan pabrikan dan sesuai dengan spesifikasi baterai. Penggunaan pengisi daya yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko terhadap sistem kelistrikan maupun baterai.

Pastikan proses pengisian dilakukan mengikuti petunjuk produk. Jangan mengubah konfigurasi pengisian atau menggunakan perangkat tambahan yang tidak disetujui oleh pabrikan.

5. Hindari beban kendaraan berlebihan

Pengguna juga perlu memperhatikan batas beban kendaraan. Kondisi overloading dapat meningkatkan beban kerja motor dan sistem kelistrikan, serta berpotensi memengaruhi jarak tempuh.

Dampaknya terhadap konsumsi energi dan proses pengisian daya bergantung pada kondisi kendaraan serta sistem proteksi yang digunakan. Karena itu, gunakan motor sesuai kapasitas yang ditentukan pabrikan.

6. Jangan mengubah konfigurasi baterai

Baterai tidak boleh digunakan dalam posisi terbalik atau dihubungkan dengan polaritas yang salah. Pengguna juga dilarang menghubungkan kutub positif dan negatif secara langsung karena dapat memicu hubungan pendek.

Selain itu, jangan menggabungkan beberapa paket baterai secara seri maupun paralel di luar konfigurasi yang ditetapkan pabrikan. Perubahan tersebut berisiko mengganggu sistem kelistrikan dan keselamatan penggunaan.

Sebelum digunakan, periksa kondisi fisik baterai. Jika casing retak, terdapat indikasi kerusakan sel, atau sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) bermasalah, hentikan penggunaan dan mintalah pemeriksaan teknisi yang kompeten.

7. Kenali tanda kerusakan baterai

Pengguna perlu menghentikan penggunaan dan pengisian daya jika baterai mengeluarkan suara atau bau tidak normal, mengalami retakan, berubah bentuk atau warna, meleleh, terlalu panas, maupun kemasukan air. Penghentian harus dilakukan jika aman dan tanpa menyentuh bagian yang berpotensi berbahaya.

Jika muncul panas ekstrem, asap, atau pelelehan, jangan menyentuh atau memindahkan baterai. Jauhkan orang dari area tersebut dan hubungi layanan darurat jika diperlukan. Untuk indikasi kerusakan atau kemasukan air lainnya, mintalah arahan teknisi resmi sebelum baterai digunakan kembali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online