Fenomena Langit November 2026: Hujan Meteor hingga Supermoon

Jumali
Jumali Rabu, 04 November 2026 10:47 WIB
Fenomena Langit November 2026: Hujan Meteor hingga Supermoon

Supermoon - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—November 2026 menjadi bulan menarik bagi pencinta astronomi dan pengamat langit. Sejumlah fenomena langit dapat menjadi agenda pengamatan, mulai dari kemunculan beberapa planet menjelang matahari terbit, hujan meteor, hingga Bulan Purnama yang dikenal sebagai Beaver Supermoon.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena astronomi tersebut, tidak semua peristiwa membutuhkan teleskop atau peralatan khusus. Beberapa di antaranya dapat diamati dengan mata telanjang, selama kondisi cuaca mendukung dan lokasi pengamatan memiliki polusi cahaya yang rendah.

Berdasarkan panduan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui rubrik What's Up, berikut sejumlah fenomena astronomi yang menjadi perhatian sepanjang November 2026.

1. Parade Planet dan Kedekatan Mars-Jupiter

Pengamat yang bersedia bangun lebih pagi berpeluang menyaksikan beberapa planet di langit menjelang matahari terbit.

Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter disebut akan tampak di kawasan ufuk timur. Kemunculan sejumlah planet tersebut menjadi salah satu pemandangan menarik bagi pencinta astronomi selama November.

Perhatian khusus tertuju pada Mars dan Jupiter. Kedua planet ini tampak semakin berdekatan dari malam ke malam hingga mencapai kedekatan visual pada pertengahan November.

Fenomena tersebut dapat diamati dengan mata telanjang. Penggunaan binokuler atau teleskop sederhana juga bisa membantu pengamat melihat kedua objek dengan lebih jelas.

2. Hujan Meteor Taurid dan Leonid

November juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berburu meteor atau yang kerap disebut bintang jatuh.

Hujan meteor Taurid, baik cabang Selatan maupun Utara, menghiasi langit dengan meteor yang memiliki lintasan relatif lambat. Fenomena ini dikenal karena dapat menghadirkan meteor terang yang melintasi langit malam.

Selain Taurid, hujan meteor Leonid dijadwalkan mencapai puncak pada 17–18 November 2026. Dalam kondisi pengamatan yang mendukung, fenomena ini berpeluang menghadirkan belasan meteor per jam.

Waktu pengamatan yang disarankan adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Agar peluang melihat meteor lebih besar, pilih lokasi yang jauh dari lampu perkotaan dan pastikan langit tidak tertutup awan.

3. Beaver Supermoon pada 24 November 2026

Fenomena lain yang dinantikan pada November adalah Bulan Purnama yang dikenal sebagai Beaver Supermoon.

Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada 24 November 2026. Istilah Supermoon digunakan ketika Bulan Purnama berlangsung berdekatan dengan waktu Bulan berada di titik terdekatnya dari Bumi atau perigee.

Dalam kondisi tersebut, Bulan dapat tampak sedikit lebih besar dan terang dibandingkan Bulan Purnama ketika berada lebih jauh dari Bumi.

Beaver Supermoon menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan Bulan Purnama tanpa harus menggunakan teleskop. Pengamatan dapat dilakukan dari tempat terbuka dengan pandangan langit yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan.

Tips Menikmati Fenomena Langit November 2026

Pengamatan fenomena astronomi tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar pengalaman melihat langit malam lebih optimal.

1. Pilih lokasi dengan polusi cahaya rendah

Cari tempat yang jauh dari lampu perkotaan atau sumber cahaya terang. Kondisi gelap membantu pengamat melihat objek langit yang redup, terutama saat berburu hujan meteor.

2. Beri waktu mata beradaptasi

Setelah berada di tempat gelap, hindari langsung melihat layar ponsel atau sumber cahaya terang. Biarkan mata beradaptasi selama sekitar 15–20 menit agar lebih peka terhadap cahaya benda langit.

3. Periksa kondisi cuaca

Pastikan langit cerah dan tidak tertutup awan tebal. Awan dapat menghalangi pandangan sehingga fenomena astronomi sulit diamati.

4. Gunakan aplikasi peta langit

Aplikasi peta langit digital dapat membantu mengenali posisi planet dan benda langit lainnya. Pengamat juga bisa memanfaatkan panduan waktu terbit benda langit untuk menentukan waktu pengamatan yang tepat.

Dengan persiapan sederhana tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai fenomena astronomi November 2026 sekaligus mengenal lebih dekat objek-objek yang menghiasi langit malam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online