Survei Bain 2026 Ungkap Beda Prioritas Pembeli Mobil AS dan China

Jumali
Jumali Rabu, 04 November 2026 12:27 WIB
Survei Bain 2026 Ungkap Beda Prioritas Pembeli Mobil AS dan China

Pengunjung memadati ruang pamer mobil yang hadir diajang pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/7/2025). - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Harga masih menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar konsumen Amerika Serikat (AS) ketika membeli mobil baru. Namun, di Tiongkok, kecanggihan teknologi dan kelengkapan fitur justru lebih menentukan pilihan kendaraan.

Perbedaan perilaku tersebut terungkap dalam laporan Bain & Company's 2026 Global Auto Consumer Survey. Studi yang melibatkan lebih dari 12.000 calon pembeli mobil di berbagai negara itu memperlihatkan bahwa prioritas konsumen otomotif tidak seragam di setiap kawasan.

Temuan ini turut menjelaskan mengapa mobil produksi pabrikan AS dan Tiongkok memiliki karakter yang berbeda. Produsen di masing-masing negara perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan serta pertimbangan calon pembelinya.

Harga masih menjadi pertimbangan utama pembeli mobil AS dan Eropa

Dalam survei Bain, sebanyak 68% responden di AS menempatkan harga sebagai faktor utama ketika mempertimbangkan pembelian mobil. Kecenderungan serupa terlihat di Eropa, dengan 62% responden menjadikan harga sebagai prioritas.

Kondisi tersebut berkaitan dengan tekanan biaya hidup dan kebutuhan konsumen untuk menjaga pengeluaran. Di tengah meningkatnya biaya hidup di AS dan Eropa, keterjangkauan kendaraan menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pembeli kelas menengah.

Autoblog dalam pemberitaannya pada Selasa (3/11/2026) menyoroti perbedaan preferensi tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi dan persaingan pasar di setiap kawasan.

Pembeli Tiongkok lebih mengutamakan teknologi dan fitur

Situasi berbeda terlihat di pasar Tiongkok. Sebanyak 58% responden di negara tersebut justru menempatkan kecanggihan teknologi dan kelimpahan fitur sebagai prioritas utama dalam memilih mobil.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi itu adalah persaingan ketat antarpabrikan otomotif domestik. Perang harga membuat kendaraan dapat ditawarkan dengan harga relatif lebih murah. Pada saat yang sama, produsen memiliki ruang untuk menjadikan teknologi dan fitur sebagai daya tarik utama.

Persaingan tersebut terlihat dari kelengkapan mobil buatan Tiongkok. Sejumlah kendaraan menawarkan layar infotainment berukuran besar, beragam antarmuka digital, sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), hingga fitur kenyamanan yang di sejumlah pasar lain biasanya ditawarkan sebagai opsi berbayar.

Bagi konsumen yang mengutamakan pengalaman digital dan kelengkapan teknologi, fitur-fitur tersebut menjadi nilai tambah saat membandingkan satu kendaraan dengan kendaraan lainnya.

Loyalitas merek konsumen AS dan Tiongkok juga berbeda

Selain harga dan teknologi, survei Bain turut menemukan perbedaan dalam loyalitas konsumen terhadap merek otomotif atau brand loyalty.

Sebanyak 79% pembeli mobil massal di AS hanya mempertimbangkan merek-merek yang sudah mapan. Angka tersebut menunjukkan kuatnya kecenderungan konsumen di negara itu untuk tetap memilih produsen yang telah memiliki reputasi.

Sebaliknya, konsumen Tiongkok memperlihatkan sikap yang lebih terbuka terhadap pilihan merek. Sebanyak 24% responden menyatakan tidak terlalu memedulikan nama besar merek kendaraan. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online