Canva Tawarkan Pesangon 6 Bulan dan MacBook bagi Karyawan

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 09:17 WIB
Canva Tawarkan Pesangon 6 Bulan dan MacBook bagi Karyawan

Ilustrasi PHK buruh/magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Canva menyiapkan paket dukungan bagi karyawan yang harus meninggalkan perusahaan setelah mengumumkan restrukturisasi organisasi yang berdampak pada 1.271 orang atau sekitar 22% dari tenaga kerjanya. Bantuan yang disediakan antara lain gaji minimal enam bulan, izin membawa pulang MacBook kantor, serta langganan LinkedIn Premium selama satu tahun.

Paket tersebut menjadi perhatian karena mencakup berbagai bentuk bantuan finansial, kesehatan, dan pengembangan karier. Canva juga membuka kesempatan bagi karyawan yang keluar untuk mengajukan dana hibah sebesar USD10.000 atau sekitar US$10.000 guna memulai usaha maupun menjalankan proyek di komunitas lokal.

Namun, angka 1.271 perlu dipahami sebagai jumlah karyawan yang terdampak restrukturisasi, bukan jumlah orang yang seluruhnya dipastikan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian karyawan dapat mengalami perubahan peran atau diminta pindah ke lokasi kerja tertentu, sementara sebagian lainnya harus meninggalkan perusahaan. Canva belum mengumumkan jumlah pasti karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Co-founder sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, menyampaikan keputusan tersebut melalui memo internal. Dia menyebut perubahan ini sebagai masa paling sulit dalam perjalanan perusahaan selama 13 tahun. Canva saat ini mempekerjakan lebih dari 5.700 orang yang tersebar di 37 negara.

Daftar Kompensasi bagi Karyawan Canva yang Keluar

Canva menyediakan sejumlah bentuk dukungan untuk membantu karyawan menjalani masa transisi setelah meninggalkan perusahaan. 

Berikut enam bentuk dukungan utama bagi karyawan yang terdampak dan meninggalkan Canva, seperti dikutip dari NDTV:

  1. Gaji minimal enam bulan. Karyawan yang keluar akan menerima pembayaran setidaknya setara enam bulan gaji, termasuk hak yang diwajibkan peraturan perundang-undangan. Ketentuan ini berlaku tanpa membedakan lokasi kerja.

  2. Boleh membawa pulang MacBook. Karyawan diperbolehkan menyimpan laptop MacBook yang sebelumnya disediakan perusahaan. Kebijakan ini dimaksudkan agar mereka tetap memiliki perangkat untuk melanjutkan aktivitas setelah tidak bekerja di Canva.

  3. LinkedIn Premium selama 12 bulan. Langganan tersebut diberikan untuk membantu karyawan mencari pekerjaan baru dan memperluas jaringan profesional.

  4. Pendampingan karier. Karyawan memperoleh bimbingan secara individual, persiapan wawancara, serta bantuan memperbaiki resume. Tim akuisisi talenta Canva juga akan membantu latihan wawancara.

  5. Perlindungan kesehatan selama 12 bulan. Fasilitas ini berlaku di negara-negara tempat Canva menyediakan tunjangan kesehatan bagi karyawannya.

  6. Layanan Canva Care selama 12 bulan. Program bantuan karyawan tersebut tetap dapat dimanfaatkan oleh mereka yang keluar dari perusahaan, termasuk anggota keluarga.

Selain enam fasilitas tersebut, Canva juga menghapus ketentuan masa tunggu vesting saham selama satu tahun bagi karyawan yang bergabung dalam 12 bulan terakhir. Kebijakan ini memungkinkan karyawan yang memenuhi ketentuan tersebut memperoleh hak saham tanpa harus menunggu hingga masa vesting awal berakhir.

Canva Sediakan Dana Hibah USD10.000 untuk Memulai Usaha

Dukungan bagi karyawan yang keluar tidak berhenti pada kompensasi dan bantuan mencari pekerjaan. Canva juga meluncurkan program Canva Collective Fund yang menyediakan hibah USD10.000 bagi karyawan yang ingin membangun usaha atau menjalankan proyek bermanfaat di lingkungan komunitas mereka.

Dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan gagasan bisnis maupun kegiatan sosial di komunitas lokal. Canva menyatakan tidak akan meminta kepemilikan atau bagian saham dari usaha dan proyek yang dibiayai melalui program tersebut.

Karyawan yang berminat dapat mendaftarkan diri hingga 14 Desember 2026. Program ini memberikan alternatif bagi mereka yang ingin membangun sumber penghasilan sendiri atau mengembangkan inisiatif di luar pekerjaan sebelumnya.

Canva juga menyiapkan direktori alumni yang bersifat sukarela. Daftar tersebut akan dibagikan kepada investor, mitra, dan jaringan industri perusahaan untuk membantu mantan karyawan memperoleh informasi mengenai peluang kerja baru.

Untuk memberi kesempatan kepada karyawan menyampaikan kabar kepergian mereka, Canva tetap menyediakan akses Slack dan Gmail hingga akhir pekan pengumuman. Dengan demikian, mereka memiliki waktu untuk menghubungi rekan kerja dan menentukan cara menyampaikan perpisahan kepada tim.

Mengapa Canva Melakukan Restrukturisasi?

Paket dukungan tersebut diberikan ketika Canva menghadapi perlambatan pertumbuhan. Dalam memo internalnya, Perkins menyebut pertumbuhan perusahaan melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Manajemen telah mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum memutuskan perubahan organisasi dalam skala besar.

Restrukturisasi diarahkan untuk menyederhanakan struktur kerja dan mengurangi hambatan koordinasi antartim. Canva berencana menggabungkan tim Product, Growth, dan Platform ke dalam satu organisasi produk agar pengembangan layanan memiliki koordinasi dan tanggung jawab yang lebih terintegrasi.

Perusahaan juga akan mengurangi spesialisasi yang terlalu sempit, menyederhanakan lapisan manajemen, serta menggabungkan tanggung jawab yang saling tumpang tindih. Langkah tersebut diharapkan membuat tim memiliki ruang lebih besar untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan dari awal hingga akhir.

Perubahan lain berkaitan dengan lokasi kerja. Sydney akan menjadi pusat utama bagi lebih banyak tim produk Canva. Perusahaan juga berencana meningkatkan kolaborasi langsung di kantor. Mulai Januari 2027, sebagian besar karyawan dengan sistem kerja hibrida diperkirakan bekerja dari kantor selama dua hingga tiga hari setiap pekan, menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.

Restrukturisasi berlangsung ketika kecerdasan buatan (AI) mengubah industri perangkat lunak kreatif. Teknologi tersebut semakin memudahkan pengguna membuat gambar, presentasi, dan berbagai materi visual. Perkembangan ini meningkatkan persaingan bagi platform desain konvensional, termasuk Canva.

Canva sendiri telah berinvestasi pada pengembangan fitur AI dan menata ulang platformnya dengan teknologi tersebut. Meski demikian, perlambatan pertumbuhan dan perubahan struktur organisasi menjadi alasan yang disampaikan manajemen dalam memo restrukturisasi. Perusahaan belum menyatakan bahwa seluruh posisi yang terdampak akan digantikan oleh teknologi AI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online