Advertisement
Grab Siapkan Integrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi
Ilustrasi pengendara ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Grab Indonesia siap menghadirkan fitur-fitur aplikasi PeduliLindungi di platform digitalnya guna memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Saat ini masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat hendak berkunjung ke tempat-tempat umum dan menggunakan moda transportasi. Tujuannya, agar verifikasi dokumen kesehatan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Advertisement
“Saat ini Grab sedang mempersiapkan integrasi, di mana pengguna dapat melakukan scan QR PeduliLindungi melalui aplikasi Grab. Hal ini kami lakukan untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Kami akan terus memberikan informasi terbaru nantinya,” kata Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Uun Ainurrofiq kepada JIBI, Selasa (28/9/2021).
Sebelumnya, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji mengatakan bahwa mulai Oktober 2021, pihaknya akan memperbaiki dan memperbarui mekanisme terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Hal itu dilakukan lantaran tak sedikit warga yang mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori di perangkatnya terlanjur penuh. Bahkan, masih ada yang belum memiliki ponsel pintar.
“Untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat, mulai Oktober mendatang, Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah opsi untuk menunjukkan status vaksinasi seseorang. Ada proses kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang,” katanya dalam diskusi daring, Jumat (24/9/2021).
Dia menyebut, masyarakat akan bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain. Saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai platform digital, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, termasuk Jaki, aplikasi layanan publik yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Setiaji, dengan adanya integrasi ini, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara langsung, tetapi tetap bisa memanfaatkan fitur-fiturnya melalui aplikasi di platform digital lain.
“Aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pasang Penghalang di Rel Kereta Api, Warga Dipolisikan PT KAI
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement





