Advertisement

Eksodus xAI! Valuasi Rp3.900 Triliun Kini Dipertaruhkan

Jumali
Senin, 30 Maret 2026 - 08:37 WIB
Jumali
Eksodus xAI! Valuasi Rp3.900 Triliun Kini Dipertaruhkan Elon Musk - Royal Society - Wikipedia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, diterpa krisis serius setelah seluruh co-founder hengkang. Di tengah valuasi raksasa, masa depan ambisi AI Musk kini dipertanyakan.

Bloomberg Technoz melaporkan, krisis ini mencuat seusai akuisisi xAI oleh SpaceX pada Februari 2026 dengan valuasi mencapai US$250 miliar. Nilai fantastis tersebut kini justru dibayangi ketidakpastian akibat eksodus tim inti yang selama ini menjadi motor inovasi.

Advertisement

Gelombang pengunduran diri dimulai dari nama-nama penting seperti Jimmy Ba dan Tony Wu yang hengkang dalam waktu berdekatan. Situasi memuncak pada pertengahan Maret 2026 ketika dua co-founder terakhir, Manuel Kroiss dan Ross Nordeen, resmi meninggalkan perusahaan.

Mayoritas talenta yang keluar merupakan peneliti elite dengan pengalaman di perusahaan teknologi besar seperti Google DeepMind, Microsoft, hingga OpenAI.

Tak hanya soal SDM, xAI juga terseret isu tata kelola perusahaan. Investasi sebesar US$2 miliar dari Tesla ke xAI menuai gugatan pemegang saham yang menilai adanya potensi konflik kepentingan.

Langkah tersebut dianggap sebagai bentuk pengalihan sumber daya ke bisnis lain yang masih berada dalam lingkaran perusahaan milik Musk.

Dalam pengakuannya, Musk menyebut produk AI xAI belum mampu menyaingi kompetitor utama seperti Claude Code dan Codex. Hal ini memperkuat indikasi bahwa tantangan xAI tidak hanya pada organisasi, tetapi juga pada daya saing teknologi.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi pesaing seperti Meta dan Google untuk merekrut talenta terbaik yang sebelumnya berada di xAI.

Meski diterpa krisis, xAI masih memiliki sejumlah kekuatan. Perusahaan ini mengandalkan superkomputer Colossus yang ditopang sekitar 200.000 GPU NVIDIA H100 serta chatbot Grok yang terintegrasi dengan platform X. Namun, para analis menilai infrastruktur kuat saja tidak cukup tanpa tim riset yang solid.

Tantangan terbesar Musk saat ini adalah membangun ulang tim inti dari nol di tengah persaingan ketat industri AI global. Situasi ini mengingatkan pada eksodus besar-besaran di Twitter pasca-akuisisi 2022.

Jika gagal menarik talenta baru berkualitas, ambisi besar xAI untuk menjadi pemain dominan di industri kecerdasan buatan berisiko terganggu. Sebaliknya, keberhasilan restrukturisasi dapat menjadi titik balik bagi perusahaan untuk kembali kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ketegangan Memuncak di Lebanon, Pasukan Indonesia Jadi Korban

Ketegangan Memuncak di Lebanon, Pasukan Indonesia Jadi Korban

News
| Senin, 30 Maret 2026, 10:47 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement