Pembuat Claude Gandeng Samsung, Industri Chip AI Memanas
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.
Elon Musk - Royal Society/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, diterpa krisis serius setelah seluruh co-founder hengkang. Di tengah valuasi raksasa, masa depan ambisi AI Musk kini dipertanyakan.
Bloomberg Technoz melaporkan, krisis ini mencuat seusai akuisisi xAI oleh SpaceX pada Februari 2026 dengan valuasi mencapai US$250 miliar. Nilai fantastis tersebut kini justru dibayangi ketidakpastian akibat eksodus tim inti yang selama ini menjadi motor inovasi.
Gelombang pengunduran diri dimulai dari nama-nama penting seperti Jimmy Ba dan Tony Wu yang hengkang dalam waktu berdekatan. Situasi memuncak pada pertengahan Maret 2026 ketika dua co-founder terakhir, Manuel Kroiss dan Ross Nordeen, resmi meninggalkan perusahaan.
Mayoritas talenta yang keluar merupakan peneliti elite dengan pengalaman di perusahaan teknologi besar seperti Google DeepMind, Microsoft, hingga OpenAI.
Tak hanya soal SDM, xAI juga terseret isu tata kelola perusahaan. Investasi sebesar US$2 miliar dari Tesla ke xAI menuai gugatan pemegang saham yang menilai adanya potensi konflik kepentingan.
Langkah tersebut dianggap sebagai bentuk pengalihan sumber daya ke bisnis lain yang masih berada dalam lingkaran perusahaan milik Musk.
Dalam pengakuannya, Musk menyebut produk AI xAI belum mampu menyaingi kompetitor utama seperti Claude Code dan Codex. Hal ini memperkuat indikasi bahwa tantangan xAI tidak hanya pada organisasi, tetapi juga pada daya saing teknologi.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pesaing seperti Meta dan Google untuk merekrut talenta terbaik yang sebelumnya berada di xAI.
Meski diterpa krisis, xAI masih memiliki sejumlah kekuatan. Perusahaan ini mengandalkan superkomputer Colossus yang ditopang sekitar 200.000 GPU NVIDIA H100 serta chatbot Grok yang terintegrasi dengan platform X. Namun, para analis menilai infrastruktur kuat saja tidak cukup tanpa tim riset yang solid.
Tantangan terbesar Musk saat ini adalah membangun ulang tim inti dari nol di tengah persaingan ketat industri AI global. Situasi ini mengingatkan pada eksodus besar-besaran di Twitter pasca-akuisisi 2022.
Jika gagal menarik talenta baru berkualitas, ambisi besar xAI untuk menjadi pemain dominan di industri kecerdasan buatan berisiko terganggu. Sebaliknya, keberhasilan restrukturisasi dapat menjadi titik balik bagi perusahaan untuk kembali kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.