Harga RAM DDR5 di Jepang Tembus Rp59 Juta, Naik 761 Persen
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
DJI Mini 3 Pro - Instagram
Harianjogja.com, JOGJA — Perusahaan teknologi asal China, DJI telah mengumumkan drone terbarunya, Mini 3 Pro. Mini 3 Pro adalah penerus dari drone produksi DJI sebelumnya, yakni Mini 2 yang meluncur pada 2020.
Mini 3 Pro 3 memiliki berat 249 gram. Dengan berat yang ringan ini maka drone ini bisa digunakan di banyak negara. Mini Pro 3 juga didesain dengan bodi yang portable dan bisa dilipat. Mini 3 Pro jugad dilengkapi dengan struktur desain baru, di mana lengan rotor dan baling-balingnya lebih aerodinamis.
Mini 3 Pro juga dilengkapi dengan sensor penglihatan ganda maju dan mundur serta mengadopsi fitur yang sebelumnya hanya ada di DJI Mavic dan DJI Air. Fitur tersebut di antaranya kemampuan terbang yang ditingkatkan, kamera yang lebih baik, hingga dukungan kecerdasan buatan (AI) yang ditingkatkan.
Secara teknis DJI Mini 3 Pro memiliki kamera 1/1.3 inci dengan bukaan f/1.7 yang mampu merekam hingga resolusi 48 MP. Dengan dukungan tersebut, DJI Mini 3 Pro mampu merekam video beresolusi 4K pada 60 fps, HDR pada 30 fps dan zoom digital hingga 4 kali. Mini 3 Pro dibanderol dengan harga Rp12,1 juta untuk tanpa remote control, dan Rp14,7 juta untuk Mini 3 Pro dengan remote control.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.