Spyware Sasar iPhone Pejabat Jerman, Apple Kirim Peringatan

Jumali
Jumali Senin, 02 November 2026 12:47 WIB
Spyware Sasar iPhone Pejabat Jerman, Apple Kirim Peringatan

Foto ilustrasi peretas/hacker. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Perangkat iPhone milik sejumlah anggota parlemen dan pejabat Pemerintah Jerman diduga menjadi sasaran serangan siber menggunakan perangkat lunak pengintai atau spyware. Pemerintah Jerman telah mengeluarkan peringatan kepada pihak-pihak yang terdampak setelah Apple mengirimkan pemberitahuan ancaman kepada sejumlah pengguna sejak 29 Oktober 2026.

Menteri Urusan Digital Jerman, Karsten Wildberger, mengatakan serangan tersebut menyasar perangkat milik anggota majelis rendah parlemen Jerman atau Bundestag serta sejumlah pejabat pemerintah. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan media lokal ARD pada Minggu (1/11/2026), sebagaimana dikutip Anadolu, Senin (2/11/2026).

Wildberger menjelaskan, Apple telah memberi tahu sejumlah pengguna bahwa perangkat mereka kemungkinan menjadi sasaran spyware.

"Ada pemberitahuan dari Apple bahwa perangkat tertentu mungkin telah disusupi oleh apa yang disebut spyware,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Federal untuk Keamanan Informasi Jerman bergerak dengan mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada pihak-pihak yang terdampak.

Laporan ARD yang mengutip surat dari pemerintah federal menyebutkan sejumlah pengguna iPhone menerima peringatan ancaman dari Apple sejak 29 Oktober. Pemberitahuan itu berkaitan dengan serangan yang melibatkan spyware bernama Mercenary.

Meski demikian, pemerintah Jerman mengaku belum memiliki informasi terperinci mengenai penyebab maupun latar belakang spesifik munculnya peringatan tersebut.

Peringatan Apple Tidak Selalu Berarti Perangkat Berhasil Diretas

Apple selama ini menjelaskan bahwa pemberitahuan ancaman merupakan peringatan dengan tingkat keandalan tinggi bahwa seseorang kemungkinan menjadi target serangan siber yang bersifat khusus. Namun, munculnya notifikasi tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa pelaku berhasil menembus perangkat pengguna.

Walaupun demikian, Pemerintah Jerman meminta pihak yang menerima peringatan untuk mengambil langkah pencegahan. Salah satunya dengan memperlakukan perangkat mereka seolah-olah mungkin telah diretas sampai kondisi keamanannya dapat dipastikan.

Peringatan ini menjadi perhatian karena perangkat pribadi pejabat negara dapat menyimpan berbagai informasi penting. Jika berhasil menyusup, spyware berpotensi memantau aktivitas pengguna tanpa diketahui pemilik perangkat.

Data Pribadi yang Bisa Diakses Spyware

Spyware merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mengumpulkan atau memantau informasi dan aktivitas pengguna secara diam-diam tanpa sepengetahuan maupun persetujuan target. Informasi yang diperoleh kemudian dapat dikirimkan kepada pihak ketiga.

Perangkat lunak berbahaya tersebut dapat masuk ke perangkat melalui berbagai cara. Di antaranya dengan memanfaatkan celah keamanan sistem atau menggunakan metode instalasi yang menipu pengguna.

Jika berhasil menginfeksi perangkat, pelaku berpotensi mengakses beragam informasi pribadi. Data tersebut dapat mencakup pesan, termasuk percakapan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi, riwayat panggilan telepon, daftar kontak, kalender, hingga lokasi pengguna.

Tidak hanya mencuri informasi, spyware tertentu juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengaktifkan mikrofon dan kamera perangkat. Kemampuan tersebut memungkinkan pelaku memantau aktivitas korban secara diam-diam.

Kasus yang menyasar pejabat Jerman ini menunjukkan pentingnya memperhatikan peringatan keamanan pada perangkat digital. Pengguna yang menerima notifikasi ancaman perlu menanggapinya secara serius dan mengikuti langkah perlindungan yang disarankan penyedia perangkat maupun otoritas terkait.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online