BYD Pilih Inokom untuk Perakitan EV di Malaysia, Indonesia Punya Pabrik Sendiri
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Ilustrasi dealer Nissan./Nissan
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan otomotif Nissan mengumumkan akan menarik kembali (recall) untuk tujuh model mobil yang dijual Indonesia. Recall dilakukan setelah ada persoalan di komponen airbag inflator.
BACA JUGA: Nissan Kenalkan Mobil Elektrik Tanpa Perlu Isi Daya
"Kami informasikan kembali terkait pemeriksaan airbag inflator," tulis Nissan dalam akun resmi Instagram dilihat Kamis (4/5/2023).
Nissan menilai penggantian komponen airbag penting bagi mobil yang terlibat untuk mencegah terlontarnya serpihan logam saat airbag mengembang. Sebab, hal itu bisa menyebabkan cedera serius bagi pengemudi.
Untuk menjaga keamanan dalam berkendara, mobil yang masuk kampanye perbaikan ini harus segera dilakukan penggantian airbag inflator.
Nissan memastikan peserta program ini konsumen tidak akan dikenakan biaya, sementara pengerjaan penggantian komponen hanya berlangsung selama satu jam.
"Sesaat untuk selamat, hanya satu jam," tulis Nissan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Karhutla Gunung Lawu meluas hingga sekitar 100 hektare. Sebanyak 11 titik api terdeteksi dan 304 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman.
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London setelah dinominasikan tokoh London. Ia mendorong kerja sama Indonesia dan Inggris.
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
DPRD Sleman menekankan pencegahan stunting sejak kehamilan melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, pemantauan posyandu, dan PHBS.